Laporkan Masalah

Studi Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Diabetes Melitus di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit UGM Yogyakarta

RISMA ARDIYANI, Dr. Fita Rahmawati, Sp. FRS., Apt.; Fivy Kurniawati, S. Farm., M.Sc., Apt.

2015 | Skripsi | S1 FARMASI

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Pengobatan diabetes yang baik dan patuh menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan pasien dalam penggunaan obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap penggunaan obat pada pasien DM mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan, dan mengetahui hubungan jumlah item obat dengan kepatuhan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Responden penelitian adalah pasien DM berusia 18 tahun ke atas yang telah menggunakan obat antidiabetes minimal satu bulan yang lalu dan melakukan rawat jalan di Rumah Sakit UGM Yogyakarta pada saat penelitian berlangsung. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 dan refill obat untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien. Pasien dianggap patuh apabila memiliki skor MMAS-8 6-8 dan tepat waktu pada refill obat. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney untuk mengetahui hubungan antara jumlah item obat dengan tingkat kepatuhan penggunaa obat pasien DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 46 pasien (63%) patuh berdasarkan skor MMAS-8 dan refill obat. Skor rata-rata kepatuhan sebesar 6,31±1,55. Faktor yang terkait dengan ketidakpatuhan yang paling sering muncul adalah lupa sejumlah 28 pasien (38,36%) dan beberapa alasan lain seperti sibuk, bosan, terlambat kontrol, dan kelelahan sejumlah 30 pasien (41,10%). Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (p>0,05) antara jumlah item obat dengan tingkat kepatuhan. Kata kunci: kepatuhan, diabetes melitus, MMAS-8.

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease which needs a lifelong treatment. A good treatment together with the adherence are essential to avoid complications. The adherence among the patients with Diabetes Mellitus in taking the drugs is also important to make the therapy works well. Thus, this study is aimed to examine the level of adherence among the patients with DM in taking the drugs, and the factors related to their disadherence, as well as the relation between the amount of the drugs and the adherence. This research is a cross sectional one. The respondents are the patients with DM aged above 18 who have already taken antidiabetic drugs for at least a month ago and went to the outpatients in Rumah Sakit UGM Yogyakarta when the study is held. The data collection was held by having an interview using MMAS-8 questionnaire as the instrument and the refill drugs to know the level of adherence among the patients. They regarded adherent for having the MMAS-8 score from 6-8 and the precise time in refilling the drugs. The statistic study used was Mann-Whitney aimed to know the relation between the amount of the drugs and the level of adherence in taking the drugs among the patients with DM. The result of the study showed that 46 patients (63%) are adherent according to their MMAS-8 score and their refill drugs. The mean of the adherence is 6,31±1,55. The most apparent factor related to the disadherence is forgetfullness experienced by 28 patients (38,36%) and the other reasons such as business, boredom, late control, and fatigue experienced by 30 patients (41,10%). The statistic study showed no significance relation (p>0,05) between the amount of the drugs and the level of adherence. Keywords: adherence, diabetes mellitus, MMAS-8

Kata Kunci : Kepatuhan, diabetes mellitus, MMAS-8