HUBUNGAN ANTARA QUALITY OF WORK LIFE DENGAN KOMPONEN KOMITMEN ORGANISASI
TIFANY APRODHITA SALSABILA M., Dra. Anita Lestari., M.Si
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quality of work life (QWL) dengan komponen komitmen organisasi. Subjek penelitian adalah 102 karyawan Divisi Regional (Divre) III PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala QWL dan skala komitmen organisasi. Skala QWL terdiri dari delapan aspek oleh Walton yang terdiri dari kompensasi yang adil dan memadai, kondisi pekerjaan, pemanfaatan kapasitas individu, pertumbuhan dan keamanan, integrasi sosial, ruang kehidupan secara keseluruhan, konstitusionalisasi, dan relevansi sosial. Sementara skala komitmen organisasi diacu dari tiga komponen komitmen organisasi yang dikembangkan Allen dan Meyer, terdiri dari komitmen afektif, komitmen kontinuan, dan komitmen normatif. Analisis data menggunakan analisis kanonikal. Hasil korelasi antara QWL dengan komitmen afektif adalah r = 0,986 Hasil korelasi antara QWL dengan komitmen kontinuan adalah r = 0,544. Hasil korelasi antara QWL dengan komitmen normatif adalah r = 0,901. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara QWL dengan komitmen afektif, QWL dengan komitmen kontinuan, dan QWL dengan komitmen normatif. QWL memberikan sumbangan efektif sebesar 47,6% terhadap ketiga komponen komitmen secara bersama-sama.
The aim of this study was to find out the relationship between quality of work life (QWL) with organizational commitment components. The subject of this study were 102 employees at Regional Division III PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk in Bandung. The data were collected using the QWL scale and organizational commitment scale. The QWL scale consisted of eight factors, which were adequate and fair compensation, safe and healthy environment, development of human capabilities, growth and security, social integration, total life space, constitutionalism, and social relevance based on Walton’s conception. Meanwhile, the organizational commitment scale were referenced from three component model which was developed by Allen and Meyer, consist of affective commitment, continuance commitment, and normative commitment. The result of canonical analysis between QWL and affective commitment was r = 0,986. The correlation between QWL with continuance commitment was r = 0,544. The correlation between QWL normative commitment was r = 0,901. QWL contributed 47,6% to those three components of commitment altogether.
Kata Kunci : quality of work life, komitmen organisasi, afektif, kontinuan, normatif, kanonikal.