Laporkan Masalah

ANALISIS RESILIENSI MASYARAKAT KORBAN ERUPSI GUNUNG KELUD 2014 DI DUSUN PUNCU, KECAMATAN PUNCU, KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR

RIZKIA NURINAYANTI, Dr. Rahmat Hidayat, M.Sc.;Dewi Haryani S., Ph.D

2015 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANA

Indonesia adalah negara yang rawan terkena bencana, terutama bencana kegunungapian. Hal ini disebabkan posisi geografis Indonesia yang dilewati oleh dua lempeng bumi. Salah satu bencana kegunungapian yang belum lama terjadi di Indonesia adalah erupsi Gunung Kelud, yang terjadi pada bulan Februari 2012. Bencana erupsi Gunung Kelud ini merupakan yang terbesar dalam sejarah letusannya. Bencana erupsi Kelud pada bulan Februari 2014 lalu sudah menimbulkan kerugian sebanyak 8.622 rumah rusak berat, 5.426 rumah rusak sedang, dan 5.088 rumah rusak ringan. Dalam bencana ini tercatat ada dua wilayah yang tepapar cukup parah, yaitu Desa Puncu di Kediri dan Dusun Ngantang di Malang. Salah satu Dusun yang Desa Puncu yang terpapar cukup parah adalah Dusun Puncu, dimana di daerah tersebut 100% bangunan yang ada disana mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu menjadi beban berat bagi masyarakat, baik secara psikologi dan ekonomi. Penelitian ini ingin menugkur seberapa tinggi daya lenting (resiliensi) masayarakat setelah 9 bulan melewati masa berat bencana erupsi Gunung Kelud, serta ingin mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingginya resiliensi masyarakat. Dengan diketauinya dua hala tersebut, maka bisa dibuat usulan kebijakan upaya penurunan resiko bencana yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: Erupsi Gunung Kelud, Resiliensi, Penurunan Resiko Bencana.

Indonesia is the country which is prone to many disasters, especially a volcanic disaster. It because the geographical position of Indonesia which has been passed by two earth’s plates. One of volcanic disaster which recently occured was Kelud Mountain eruption, which happen on Februari 2012. This Kelud Mountain eruption disaster is the biggest eruption ever. Kelud eruption disaster on February 2014 causes a lot of damage, which is 8.622 houses were severely damage, 5.426 houses were moderately damage, and 5.088 houses were slightly damage. In this disaster noted that two section which is highly exposed, there are Puncu Village in Kediri and Ngantang Village in Malang. One hundred percent of houses were damaged in Puncu Village. This condition certainly became a serious burden for the resident, psychologically and economically. In this research, researcher want to measure how high the resilience level of people nine month after passing through a hard time to recover form disaster. Researcher also want to reveal what factors which probably effect on a resilience level of the people there. With revealing that two things, researcher can recommend a policy to decrease a risk level of disaster which is right on target and suitable with people conditions and needs. Keywords : Kelud Mountain eruption, Resilience, Disaster Risk Reduction.

Kata Kunci : Erupsi Gunung Kelud, Resiliensi, Penurunan Resiko Bencana.

  1. S2-2015-340278-abstract.pdf  
  2. S2-2015-340278-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-340278-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-340278-title.pdf