Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Jumlah Penduduk, PDRB per Kapita dan Jumlah Industri dengan Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Sleman Tahun 2004-2013

NINA KAROLINA, Anisa Nurpita, S.E., M.Ec,Dev

2015 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SV

Alih fungsi lahan atau lazimnya disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Kabupaten Sleman merupakan kabupaten dengan tingkat PDRB tertinggi di Provinsi DIY. Hal ini dapat dibuktikan bahwa PDRB Kabupaten Sleman mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah penduduk, PDRB per kapita dan jumlah industri terhadapluas lahan pertanian di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan data luas lahan pertanian, jumlah penduduk, PDRB per kapita dan jumlah industri. Alat analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah penduduk, PDRB per kapita dan jumlah industri memiliki korelasi yang kuat dan negatif terhadap luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman.

Land conversion is a change in the function of some or all of the land area of the original function (as planned) into another function that may cause negative impact (problems) to the environment and the potential of the land it self. Sleman regency is a regency with the highest GDPR levels in the province of Special Region of Yogyakarta. It can be proved that Sleman's GDPR in increased every year. This study aims to determine the relationship population, GDPR per capita, industries and agriculture area in Sleman regency. This study uses data of agricultural area, population, GDPR per capita and industries. Analysis tools used is the Pearson Correlation. Results from this study is the population , GDPR per capita and industries has a strong and negative correlation to the agricultural area in Sleman.

Kata Kunci : Luas lahan pertanian, Jumlah penduduk, PDRB per kapita, Jumlah industri

  1. D3-2015-337722-abstract.pdf  
  2. D3-2015-337722-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-337722-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-337722-title.pdf