Laporkan Masalah

Internal Asessment untuk Persiapan Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kriteria Sosial di PT. Belantara Subur Kalimantan Timur

DWI ANGGONO PUTRA, Wiyono, S.Hut., M.Sc; Rohman S.Hut., M.Sc

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Keadaan hutan di Indonesia semakin terancam, salah satu upaya pencegahan perusakan hutan adalah dengan menerapkan sistem sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL). Sertifikasi PHPL bersifat wajib bagi setiap pemegang izin pemanfaatan hutan. Namun dalam implementasinya banyak kendala dalam penerapannya dan banyak terjadi ketidaksesuaian antara standar PHPL dengan implementasinya oleh perusahaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem sertifikasi PHPL Kriteria Sosial dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Belantara Subur Kalimantan Timur. Metode pengambilan data menggunakan tiga cara yaitu studi dokumen, wawancara dan observasi lapangan. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis dan dibandingkan dengan standar dan pedoman penilaian kinerja PHPL Perdirjen Bina Usaha Kehutanan P.14/VI-BPPHH/2014 L.1.2 dan L.3.1. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa PT. Belantara Subur memiliki nilai Sedang untuk indikator 4.1; nilai Sedang untuk indikator 4.2; nilai Buruk untuk indikator 4.3; nilai Baik untuk indikator 4.4 dan nilai buruk untuk indikator 4.5 pada kriteria sosial. Kendala penerapan sertifikasi PHPL adalah belum adanya tenaga teknis PHPL kelola sosial perusahaan, tidak adanya mekanisme pengarsipan data atau dokumen perusahaan yang baik dan perencanaan pendanaan yang belum rinci, jelas dan memadai.

State of Indonesia's forests are increasingly threatened, one of the efforts to prevent the destruction of forests is to implement a system of certification of Sustainable Forest Management (SFM). SFM certification is mandatory for every forest utilization license holder. But in its implementation many obstacles in its application and many there is a discrepancy between the standards implemented by the company SFM by forest. This study aims to determine the implementation of SFM Social Criteria certification system and the obstacles encountered. The research was conducted at PT. Belantara Subur of East Kalimantan. The method of collection data are three methods, namely the study of documents, interviews and field observations. The data were then analyzed and compared with the standards and guidelines for SFM assessment Perdirjen Forestry Enterprises P.14 / VI-BPPHH / 2014 L.1.2 and L.3.1. Based on the results of data analysis known that PT. Belantara Subur values "Medium" for the indicator 4.1; value "Medium" for the indicator 4.2; value "Bad" for the indicator 4.3; the value of "Good" for indicators 4.4 and the value of "bad" for the indicator 4.5 on social criteria. SFM certification application constraint is the lack of technical personnel SFM corporate social governance, absence of data or document archiving mechanisms of good corporate and financial planning that has not been detailed, clear and sufficient.

Kata Kunci : Sertifikasi PHPL, Kriteria Sosial, PT. Belantara Subur.

  1. D3-2015-327883-tableofcontent.pdf