Laporkan Masalah

Hubungan Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah dengan Ketersediaan Pangan di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

HAPPY RIZKIANI, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P

2015 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perkembangan dan pembangunan yang pesat suatu daerah berdampak pada tingginya alih fungsi lahan pertanian, karena jumlah lahan yang terbatas. Tingginya alih fungsi lahan pertanian ini berpotensi untuk mengurangi ketersediaan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui alih fungsi lahan pertanian sawah dan faktor yang mempengaruhinya di Kabupaten Sleman dan Bantul, (2) mengetahui ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman dan Bantul, dan (3) mengetahui hubungan alih fungsi lahan pertanian sawah dengan ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman dan Bantul. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode pengamatan tahun 2004-2013 di setiap kecamatan di Kabupaten Sleman dan Bantul, D.I.Yogyakarta. Metode yang dipergunakan adalah analisis laju alih fungsi lahan, perhitungan ketersediaan pangan, analisis crosstab dan uji korelasi Product Moment Pearson. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif secara keruangan yang ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kabupaten Sleman dan Bantul selama sepuluh tahun (2004-2013) mengalami alih fungsi lahan pertanian sawah sebesar 632 hektar dan 608 hektar. Faktor jumlah penduduk, dan faktor fasilitas sosial dan ekonomi dengan alih fungsi lahan pertanian sawah di Kabupaten Sleman dan Bantul tidak memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. (2) Kecamatan yang memiliki surplus ketersediaan pangan tertinggi adalah Kecamatan Pakem di Kabupaten Sleman dan Kecamatan Jetis di Kabupaten Bantul. (3) Berdasarkan uji Korelasi Product Moment didapatkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara alih fungsi lahan pertanian sawah dengan ketersediaan pangan di Kabupaten Sleman dan Bantul. Kabupaten Sleman dan Bantul memiliki produktivitas pertanian yang meningkat, meskipun telah terjadi penurunan luas lahan pertanian, hal ini dapat terjadi karena adanya peningkatan frekuensi panen hasil intensifikasi pertanian yang telah berkembang.

Development and construction of high an impact on the high conversion agricultural land, due to the limited amount of land. The high conversion of agricultural land has the potential to reduce food availability. The purpose of this research are (1) to understand changes of the agriculture of rice field conversion and the factors that influence in Sleman and Bantul, (2) to understand the availability of food in Sleman and Bantul, and (3) to understand the effect of the agriculture land conversion to the availability of food in Sleman and Bantul. This research uses secondary data with the observation period 2004-2013 year in every subdistrict in Sleman and Bantul, D.I.Yogyakarta. The models used in this research were the growth of the agriculture of rice field conversion, calculation of food availability, crosstab analysis, and Product Moment Correlation test. The analysis of this methode is spatial descriptive kuantitatif and shown in graphs, tables and maps. The result showed that : (1) Sleman and Bantul during 2004 until 2013 experienced agricultural land conversion of rice fields as 632 hectares and 608 hectares. Factors of population, and factor of facilities social and economic with agricultural of rice field conversion in Sleman and Bantul have no connection between one another. (2) Districts that have the highest surplus food availability in Sleman is Pakem and the District which has the highest surplus food availability in Bantul is Jetis. (3) Based on Product Moment Correlation test showed that there was no significant relations between agricultural land conversion to availability food in Sleman and Bantul. Neither Sleman and Bantul have increased agricultural productivity, although it has been a decline in agricultural land. This situation can occur due to an increased frequency of harvest from the intensification of agricultural that has grown.

Kata Kunci : Alih fungsi lahan pertanian, ketersediaan pangan, Sleman, Bantul


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.