ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM IMPLEMENTASI PHBM OLEH LMDH WONO MAKMUR DESA SAMBONGANYAR KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA
FITARLIN HONDRO, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut., M.A.
2015 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANMasyarakat Desa Hutan (LMDH) adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat desa yang berada di dalam atau di sekitar kawasan hutan untuk mengatur dan memenuhi kebutuhannya melalui interaksi terhadap hutan dalam konteks sosial, ekonomi, politik dan budaya. LMDH Wono Makmur berdiri pada tanggal 21 April 2003. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui profil dan dinamika kelembagaan LMDH Wono Makmur; (2) Mengetahui implementasi PHBM di Desa Sambonganyar; (3) Memberikan rekomendasi untuk pengembangan kelembagaan LMDH Wono Makmur dalam implementasi PHBM di Desa Sambonganyar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada bulan Maret 2015. Penelitian ini menggunakan metode dasar studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan cara: (1) Observasi langsung di lapangan; (2) Wawancara dengan pihak-pihak terkait tentang LMDH dan pelaksanaan PHBM; (3) Studi dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan: (1) LMDH Wono Makmur berperan sebagai wadah untuk menjembatani masyarakat dalam meningkatkan kesejahtaraan hidupnya melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM); (2) Implementasi PHBM di Desa Sambonganyar masih belum maksimal terlihat dari masyarakat yang sebagian besar belum mengerti tentang PHBM. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi, tingkat SDM masih rendah, kurangnya koordinasi dan komunikasi antar stakeholder, sumberdaya yang terbatas, kurangnya komitmen para stakeholder, dan kondisi LMDH yang jalan di tempat; (3) Pengembangan kelembagaan LMDH Wono Makmur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sambonganyar dapat dilakukan dengan cara menciptakan usaha-usaha produktif, seperti koperasi, arisan dan pemanfaatan lahan bawah tegakan. Selain itu meningkatkan pendidikan dan pengetahuan masyarakat tentang sistem PHBM melalui sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan.
Forest Village Community Institution (LMDH) is an institution established by the villagers who were in or around the forest to set and meet their needs through interactions on forests in the context of social, economic, political and cultural. Wono Makmur Forest Village Community institution established on 21 april 2015. This research aims to: (1) knowing the profile and institutional dynamics of Wono Makmur Forest Village Community institution; (2) knowing the implementation of JFM in the village Sambonganyar; (3) provide recommendations for the development of institutional Wono Makmur Forest Village Community institution in the implementation of JFM in the village Sambonganyar. This research was conducted in the village of Sambonganyar, District Ngawen, Blora, Central Java Province in March 2015. This research uses a case study basis. Data collection was performed by means of: (1) direct observation in the field; (2) interviews with relevant parties about Forest Village Community institution and implementation of JFM; (3) studies document. The data obtained and analyzed by descriptive qualitative. Based on the results of research and discussion, it can be concluded: (1) Wono Makmur Forest Village Community institution serves as a platform to bridge communities in improving their welfare through JFM program; (2) JFM implementation in the village Sambonganyar still not optimally visible from most of the people who do not understand about JFM. This is due to the lack of socialization, still a low level of human resources, lack of coordination and communication among stakeholders, limited resources, lack of commitment to stakeholders, and the condition of the Institute villagers forest in a road; (3) institutional development to improve the welfare of society Wono Makmur Forest Village Community institution village Sambonganyar can be done by creating productive ventures, such as cooperatives, social gathering and land use under the stand. Besides improving education and public knowledge about JFM system through socialization, education and continuous training.
Kata Kunci : Analisis Kelembagaan, Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)/ Institutional analysis, Joint Forest Management (JFM)