Analisis Hubungan Antara Anggaran Program Penanganan Anak Jalanan Dengan Jumlah Anak Jalanan di Kabupaten Sleman
BUNGA RARA VALERIANA, Latri Wihastuti, SE, M.Sc
2015 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SVKabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi DI Yogyakarta dengan jumlah anak jalanan yang fluktuatif perkembangannya dibandingkan kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul dan Kota Yogyakarta. Berdasarkan data yang telah di mutakhirkan oleh Dinas Sosial tahun 2013. Penelitian ini akan menjelaskan hubungan, proses, hambatan dan upaya pemerintah daerah Kabupaten Sleman dalam menanggulangi anak jalanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam (indept Interview) dinas terkait, khususnya Bappeda dan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman dan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi untuk menganalisis hubungan antara anggaran dengan jumlah anak jalanan. Teknik pengumpulan data adalah primer dan sekunder, sekunder guna memperkuat argumen peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, proses penyusunan program penanganan anak jalanan ialah identifikasi pelayanan yang dibutuhkan kabupaten, kemudian jenis, dan bentuk pelayanan dalam menangani anak jalanan. Hambatan dalam proses penyusunan ialah masih sulit mensinkronkan dengan unit lain atau mengintegrasikan dengan institusi yang membidangi penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Upaya yang dilakukan ialah melakukan rapat secara intensif agar terlaksananya program penanganan anak jalanan. Hasil analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antara anggaran dengan jumlah anak di Sleman adalah memiliki hubungan keterikatan yang lemah. Hal ini dapat disimpulkan tidak adanya hubungan antara anggaran program dengan jumlah anak jalanan.
Sleman is one of regencies that located in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) or Special Region of Yogyakarta. It has a few numbers of street children compared to Gunung Kidul, Kulon Progo, bantul, and Yogyakarta (the capital of DIY) According to the data that has been updated by Regional Office of Manpower and Social Departemen (Dinas Sosial) in 2013, the research will explain about the relations, process, obstacle, and also regional governments effort to solve the street children problem. The method that is used in this research is qualitative method. The data are gathered by doing the in depth interview with the institution that related to these issues, especially the Development Planning Agency at Sub-National Level (BAPPEDA) and Regional Office of Manpower and Social Departemen (Dinas Tenaga Kerja dan Sosial). The research also uses the qualitative method that implemented with correlation analysis technique to analyze the relationship between budget and street children. Primary and secondary data gathering tare used to strengthen the research argument. The result of this research shows us that the process of children street handling program forming is service identification that needed by regional government, and also type and service in handling the street children. In addition, there must be also the effort to solve children street problems. The obstacles in forming process are it is still hard to synchronize among one unit and another. Moreover, it is also hard to integrate one institution that handled Indonesian problems and social welfare (PMKS). The effort that has been done is conducting the meeting intensively so that the street children handling program can be implemented. The result of the research shows that there is weak correlation between budget and the number of street children in Sleman. It can be concluded that there is no relationship between program budget and the number of street children.
Kata Kunci : Anak Jalanan, Program Penanganan ,Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, PMKS