Laporkan Masalah

KAJIAN KEPATUHAN DAN FAKTOR PENDUKUNG KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI RSKP RESPIRA BANTUL DAN UPKPM KALASAN

RIA KESWANDARI R, Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt; Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt

2015 | Skripsi | S1 FARMASI

Indonesia masih menempati peringkat keempat negara di dunia dengan jumlah penderita tuberkulosis terbanyak. Pengobatan tuberkulosis membutuhkan jangka waktu yang lama yang mempunyai konsekuensi ketidakpatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan tuberkulosis, gambaran kepatuhan pengobatan dan faktor-faktor pendukung kepatuhan pasien rawat jalan tuberkulosis di RSKP Respira Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di RSKP Respira Bantul dan UPKPM Kalasan. Pengambilan data kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuisioner Modified Morisky Scale (MMS) dan faktor pendukung kepatuhan diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pasien menggunakan kuisioner CMAG, wawancara dengan Pengawas Minum Obat serta tenaga kesehatan terkait. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengobatan tuberkulosis di RSKP Respira Bantul dan UPKPM Kalasan adalah dengan menggunakan kombinasi dosis tetap (KDT) atau fixed dose combination (FDC) Kategori 1 atau Kategori 2 sesuai dengan tahap pengobatan. Dari total 30 pasien yang diteliti, 28 orang (93,33%) diantaranya dinyatakan patuh pengobatan, 1 orang (3,33%) dinyatakan memiliki kepatuhan tidak tetap (berubah-ubah) dan 1 orang (33,3%) dinyatakan tidak patuh. Faktor-faktor pendukung kepatuhan pasien terhadap pengobatan antara lain: persepsi pasien terhadap resiko penyakit tuberkulosis jika tidak diobati, OAT dalam bentuk FDC, dukungan keluarga yang selalu memotivasi dan menemani selama pengobatan serta faktor pelayanan kesehatan.

Indonesia still ranks fourth country in the world with the highest number of tuberculosis patients. Treatment of tuberculosis requires a long period of time that has consequences patient noncompliance. This study aims to determine the pattern of tuberculosis treatment, patients treatment adherence and the factors supporting adherence outpatient tuberculosis in RSKP Respira Yogyakarta. This study was cross sectional study. The study was conducted in RSKP Respira Bantul and UPKPM Kalasan. Compliance data retrieval is done by using a questionnaire Morisky Modified Scale (MMS) and the factors supporting adherence obtained from direct interviews with patients using questionnaires CMAG, interviews with patients supervisor and related health professionals. The data obtained are then processed descriptively. The results showed that the pattern of tuberculosis treatment in RSKP Respira Bantul and UPKPM Kalasan is to use fixed-dose combination (FDC) Category 1 or Category 2 according to the stage of treatment. Of the total 30 patients studied, 28 (93.33%) of them were adherent to the treatment, 1 person (3.33%) has not fixed (changeable) compliance and 1 person (33.3%) was non-adherent. Factors supporting patient adherence to treatment, there are: the patient's perception of the risk of tuberculosis disease if untreated, FDC form of antituberculosis drugs, family support who always motivate and accompany during treatment and health service factors.

Kata Kunci : tuberkulosis, kepatuhan, OAT, outcome terapi, RSKP Respira

  1. S1-2015-316140-abstract.pdf  
  2. S1-2015-316140-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-316140-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-316140-title.pdf