PEMETAAN PEMANFAATAN AIR TANAH MELALUI ANALISA SPASIAL DI CEKUNGAN AIR TANAH (CAT) KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KARTIKO GILANG P, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SVKabupaten Bantul merupakan bagian dari Cekungan Air Tanah ( CAT ) Yogyakarta-Sleman yang secara hidrogeologis terletak di bagian selatan atau bagian hilir cekungan dan termasuk pada daerah discharge. Pemanfaatan Air Tanah di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan yang signifikan karena merupakan wilayah perkembangan daerah urban dengan segala macam kegiatan pembangunan yang berjalan sangat cepat. Kabupaten Bantul yang merupakan pusat kegiatan pembangunan, ekonomi, perdagangan, industri dan pendidikan telah memicu meningkatnya kebutuhan akan air bersih, dan sebagai akibatnya telah menunjukkan adanya dampak negatif terhadap kondisi Air Tanah dan lingkungannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sistem analisa data statistik yang diperoleh dengan berbagai formula perhitungan serta ditampilkan dalam analisa spasial. Visualisasi kondisi dari penelitian dapat digambarkan dengan hasil informasi interaktif dalam pemetaan pemanfaatan Air Tanah di CAT Kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukan tingkat pemanfaatan Air Tanah di Kabupaten Bantul dapat dibagi menjadi 3 tingkat, yaitu Tingkat Pemanfaatan Air Tanah Sedang yang berada di Imogiri, Bambanglipuro, Bantul, Sewon, Banguntapan, dan Kasihan; Tingkat Pemanfaatan Air Tanah Tinggi yang berada di Kecamatan Kretek, Pundong, dan Pleret; dan Tingkat Pemanfaatan Air Tanah Sangat Tinggi yang berada di Kecamatan Sedayu, Piyungan, Pandak, Sanden, Srandakan, Jetis, dan Pajangan.
Bantul district is part of the Basin Groundwater (CAT) Yogyakarta Sleman which are hydro-located in the south or the downstream basin and including the discharge area. Utilization of Ground Water in Bantul district has increased significantly since the development of the urban area with all kinds of development activities that run very fast. Bantul district which is a center of development, economy, trade, industry and education has sparked increasing demand for clean water, and as a result have shown their negative impact on the condition of Groundwater and its environment. The method used in this research is to use statistical data analysis system obtained with different calculation formulas and shown in the spatial analysis. Visualization of the conditions of the study can be illustrated by the results of an interactive information mapping Groundwater use in CAT Bantul. The results showed the level of utilization of Ground Water in Bantul district can be divided into three levels, namely Groundwater Utilization Rate Medium residing in Imogiri, Bambanglipuro, Bantul, Sewon, Banguntapan, and pity; High Ground Water Utilization levels are located in the District Kretek, Pundong, and Pleret; Soil and Water Utilization Rate Very High is located in the District Sedayu, Piyungan, Pandak, Sanden, Srandakan, Jetis, and Display.
Kata Kunci : Cekungan Air Tanah (CAT), Pemanfaatan Air Tanah, Analisa Spasial