PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PROSPEK EKSISTENSI RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN BABARSARI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2003-2011
DHIMAS RISANG Y.P., Iwan Suharyanto, S.T, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan Babarsari merupakan kawasan yang terletak di pinggiran (suburban) Kota Yogyakarta. Letaknya yang berbatasan langsung dengan kota dan aksesibilitasnya yang lancar didukung dengan banyaknya perguruan tinggi yang berada di kawasan tersebut menyebabkan perkembangan perubahan penggunaan lahan di kawasan tersebut meningkat dengan pesat. Perdagangan dan jasa merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di kawasan ini. Di lain pihak, eksistensi atau keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) dalam hal ini tanah kosong dan sawah terancam langka bahkan akan hilang di masa mendatang yang diakibatkan dari perkembangan penggunaan lahan ini. Padahal keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sangat dibutuhkan sebagai salah satu elemen penting perkotaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses perubahan guna lahan yang terjadi di Kawasan Babarsari mempengaruhi prospek eksistensi atau keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di masa mendatang di kawasan ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis eksploratif. Analisis data digunakan untuk menunjukkan bagaimana proses perubahan guna lahan yang terjadi dan pengaruhnya terhadap eksistensi ruang terbuka hijau (RTH) di masa mendatang di Kawasan Babarsari ini Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan perubahan guna lahan yang pesat terjadi di Kawasan Babarsari dan mengubah ruang terbuka hijau dalam hal ini area pertanian dan tanah kosong menjadi berbagai jenis guna lahan seperti perumahan dan perdagangan. Hal ini secara langsung mengancam keberadaan ruang terbuka hijau saat ini dan di masa yang akan datang. Hasil penelitian ini juga diharapkan mampu menyadarkan masyarakat bahwa keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan ini terancam langka bahkan mungkin saja bisa hilang di masa mendatang. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran bagi semua stakeholder untuk mampu mengendalikan perubahan guna lahan ini, agar ruang terbuka hijau tetap selalu ada di kawasan perkotaan.
Babarsari Region is a region that located at Yogyakarta City's suburban. Its location that directly neighbouring with the city and its easy accesibility also supported by many university in that region make the land use changing development increasing rapidly. Tradings and services sector are one of sector that rapidly developed in this region. On other hand, green spaces existence threatened will extinct or maybe disappear in the future because of this rapidly land use changing. The existence of green spaces still needed as a important element of city. This research conducted in order to know how the land use changing process in this Babarsari Region effecting existence of green spaces in the future. The approach used in this study is descriptive qualitative with exploratory analysis. Data analysis used to show how the land use changing process happened and the effect toward the existence of green spaces in the future in Babarsari Region. The results of this study indicate that land use changing development increasing rapidly in Babarsari Region and changing green spaces, in this study, are farming areas and empty spaces became other land using like housing or trading areas. This will directly threatened existence of green spaces in present and the future. The results of this study be expected can make people's awareness that the existence of green spaces in this region will be extinct or maybe will disappear in the future. Because of that, its need all of stakeholder's awareness to control land use changing in order to the existence of green spaces can still preserved.
Kata Kunci : Land Use Changing, Effect, Existence, Green Spaces