Laporkan Masalah

UJI ANALGETIK EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) PADA MENCIT BETINA GALUR Balb/C

IRENE PUTRI SUSANTO, Prof. Dr. Sugiyanto, S.U., Apt

2015 | Skripsi | S1 FARMASI

Nyeri merupakan bentuk pertahanan tubuh karena adanya kerusakan pada jaringan sehingga kadar Prostaglandin E2 melibihi kadar normal (Guyton, 2006). Ekstrak kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai analgetik. Namun, masyarakat menggunakan ekstrak kulit buah manggis lebih sering karena pengalaman empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya analgetik sentral dan daya analgetik perifer ekstrak kulit buah manggis. Ekstrak kulit buah manggis dibuat melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 95%. Ekstrak ini diujikan untuk mengetahui daya analgetik sentral pada mencit dengan menggunakan metode hot plate dengan suhu 55 plus minus 0.5 derajat C (cut off time 30 detik) (Anonim, 1991) serta dengan metode geliat untuk mengetahui daya analgetik perifernya. Dosis ekstrak yang digunakan adalah 25 mg/20 g BB, 50 mg/20 g BB, dan 75 mg/20 g BB. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji statistika Kruskal-Wallis. Uji lanjutan dilakukan pada metode geliat dengan menggunakan uji Mann-Whitney karena nilai p pada uji Kruskal-Wallis kurang dari 0,05. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis tidak menunjukkan adanya daya analgetik sentral karena nilai p = 0,525. Oleh karena keempat kelompok uji tidak menunjukkan perbedaan respon, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak kulit buah manggis tidak memiliki daya analgetik sentral. Hasil uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney pada metode geliat menujukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis memiliki daya analgetik perifer.

Pain is a protective mechanism because there are any damaged tissues (Guyton, 2006). Mangosteen fruit hull extract can be used as an analgesic. However, people often use it because of the empirical experiences. This study aims to determine the central analgesic and peripheral analgesic of mangosteen fruit hull extract. Mangosteen fruit hull extract was made through a maceration with 95% ethanol. This extract was tested in mice to determine the central analgesic by using hotplate method with a temperature of 55 plus minus 0.5 degree C (cut off time of 30 seconds) (Anonymous, 1991) and to determine the peripheral analgesic by using writhing test method. The dose were 25 mg/20 g mice weight, 50 mg/20 g mice weight, and 75 mg/20 g mice weight. The obtained datas were analyzed by Kruskal-Wallis statistic test. The Mann-Whitney was used after the Kruskal-Wallis test on writhing test method because the p-value less than 0,05. The result of Kruskal-Wallis statistic test on hotplate method could be concluded that mangosteen fruit hull extract did not act as central analgesic due to the p-value = 0,525. The value showed that there was not any differences in the mice responses. The result of Kruskal-Wallis statistic test on writhing test method showed that the mangosteen fruit hull extract has a peripheral analgesic.

Kata Kunci : analgetik, ekstrak kulit buah manggis, hot plate, geliat / analgesic, mangosteen fruit hull extract, hotplate, writhing

  1. S1-2015-316038-abstract.pdf  
  2. S1-2015-316038-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-316038-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-316038-title.pdf