APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN SEKTOR EKONOMI UNGGULAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2009-2013
NOVIA S, Prima Widayani, M.Si
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SVKomoditi Unggulan merupakan sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian dan pembangunan daerah. Informasi mengenai komoditi unggul di Kabupaten Magelang masih disajikan dalam bentuk data tabular, agar memudahkan masyarakat mengetahui informasi komoditi unggulan secara cepat maka dapat disajikan dalam bentuk peta spasial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memetakan sebaran komoditi unggulan di Kabupaten Magelang dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Geografi, (2) Menganalisis persebaran komoditi unggulan di Kabupaten Magelang. Data yang dijadikan untuk pemetaan komoditi unggulan ini adalah data Produck Regional Domestik Bruto (PDRB) Tahun 2009-2013 Kabupaten Magelang. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mengolah data sekunder yang di analisis dengan menggunakan Metode LQ (Location Quotient). Hasil perhitungan analisis Location Quotien dikategorikan menjadi 2 sektor yaitu Basis dan Non Basis. Sektor Basis yaitu jika nilai LQ>1. Sektor Non Basis yaitu jika nilai LQ<1. Metode pemetaan yang digunakan dalam pemetaan komoditi unggulan ini adalah metode pemetaan Choroplet yaitu pemetaan dengan penggambaran data statistik kedalam sebuah peta dengan batas area dan diarsir atau diberi warna yang berbeda. Setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang memiliki sektor komoditi yang berbeda - beda, tetapi Kecamatan Ngluwar, Dukun dan Tegalrejo memiliki kesamaan dalam komoditi pertanian, bangunan / konstruksi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta jasa. Peranan SIG dalam pemetaan tersebut adalah memberikan gambaran spasial (tata ruang) secara detil terhadap lokasi- lokasi yang memiliki kemampuan basis ataupun non basis di setiap sektor unggulan dalam bentuk peta.
Commodity is a sector which has an important role in the economy and regional development. Information on commodity excel in Magelang still presented in the form of tabular data, in order to facilitate the public to know information commodity quickly it can be presented in the form of a spatial map. This study aims to (1) Mapping the distribution of commodities in Magelang with Utilizing Geographic Information System, (2) analyzing the distribution of commodities in the district of Magelang. The data used for mapping this commodity is data Produck Regional Gross Domestic Product (PDRB) Year 2009-2013 Magelang regency. The method used in this research is secondary data processing in the analysis using the method of LQ (Location Quotient). Location Quotien analysis of the calculation results are categorized into two sectors namely Base and Non-Base. Base sector ie if the value of LQ> 1. Non Basis sector ie if the value of LQ <1. Mapping method used in mapping this commodity is Choroplet mapping method is a mapping with the depiction of the statistical data into a map with boundaries and shaded area or given a different color. Each sub-district in Magelang Regency has a different commodity sectors - different, but the District Ngluwar, Shamans and Tegalrejo have in common in agricultural commodities, building / construction, finance, leasing and business services, as well as services. The role of GIS in the mapping is to give an overview of spatial (spatial) the details of the locations that have the ability or non-base basis in each of the leading sectors in the form of a map.
Kata Kunci : Keywords: Commodity Sector, Database, Non Base, Location Queotien, GIS