EVALUASI PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PADA DPPKAD KABUPATEN SUKOHARJO
AZIZAH NUR FITRI RAMADHAN, Faiz Zamzami, SE, M. Acc. QIA
2015 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI SVTujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan pemungutan PBB-P2 yang dilaksanakan oleh DPPKAD Kabupaten Sukoharjo dan untuk mengetahui kendala yang timbul dalam pemungutan PBB-P2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan staff di DPPKAD dan dokumentasi sebagai data pendukung untuk melengkapi dan menyempurnakan hasil penelitian, serta teknik pembahasan dengan menggunakan metode deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini, pelaksanaan pemungutan PBB-P2 dapat dikatakan sudah efektif dan sudah sesuai dengan peraturan daerah yang mengacu pada Sistem Operating Procedur (SOP) dan kendala DPPKAD dalam pemungutan PBB-P2 adalah kurangnya data atas pelimpahan dari KPP Sukoharjo sehingga penagihan sulit dilaksanakan, kurangnya kesadaran wajib pajak terhadap pemungutan yang menyebabkan terjadinya tunggakan, kurangnya SDM di DPPKAD yang mengakibatkan penagihan aktif belum dapat direalisasikan dan minimnya anggaran yang digunakan untuk pendaftaran dan pendataan. Penulismemberikan beberapa saran agar pemungutan PBB-P2 berjalanlebih optimal, antara lain: perlu adanya penambahan SDM, Adanya penerapan sanksi yang tegas terhadap wajib pajak yang menunggak, diadakan secara rutin kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, segera mengajukan perubahananggaran dalam kegiatan pendataan.
The aims of this research are to evaluate the implementation of PBB-P2 collecting which are done by DPPKAD of Sukoharjo regency and to know the obstacles in PBB-P2 collecting. The techniques used in this research are: the first is interview the staff in DPPKAD, the second technique is documentation. The documentation is used for completing the result of the research. The third is description. The conclusion of this research is the implementation of PBB-P2 collecting in sukoharjo is effective enough and it benefits with the regulation which refers to SOP. The obstacles in PBB-P2 are: the limited of data from KPP of Sukoharjo makes the process of collecting it more difficult, the less of self awarness of tax payer to the tax collecting cause high remainders, the limited human resources in DPPKAD also cause the collecting is not active and it can't implement yet, the limited budgets for the application and data collection. The researcher gives some suggestions in order to make the implementation of PBB-P2 collecting more optimum; the addition of the human resource, the implementation of giving sanksi for tax payer who don't pay the tax, held routine activity to socialize about PBB-P2 to the society, ask the change of budgeting in the data collection activity
Kata Kunci : Kata Kunci: PBB-P2, Evaluasi Pemungutan, Kendala / Keywords: PBB-P2, evaluation in collecting, obstacles