Laporkan Masalah

Implementasi Rekonstruksi Nasional Pasca Perang: Studi Kasus National Solidarity Program (NSP) di Afghanistan

RAKHMAWATI ENDAH P., Titik Firawati, MA

2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Rekonstruksi nasional membutuhkan perhatian dan penanganan khusus baik dari dalam pemerintahan negara itu sendiri maupun masyarakat internasional terutama di negara pasca perang. Di kondisi Afghanistan pasca perang yang telah berada dalam konflik selama puluhan tahun, rekonstruksi nasional membutuhkan formulasi khusus terutama sejak jatuhnya Taliban dan rezim transisional Karzai terpilih. Dengan gagalnya beberapa upaya yang dilakukan dalam rekonstruksi sebelumnya, dan situasi kondisi keamanan di masa Karzai, program National Solidarity Program yang dicanangkan oleh Kementerian Pembangunan di bawah rezim Karzai menerima tingkat apresiasi yang tingi dan dukungan yang penuh dari masyarakat internasional. Hal ini dikarenakan program ini menjanjikan aspek yang belum dilakukan oleh rekonstruksi sebelumnya, yaitu adanya partisipasi langsung dari masyarakat dan konsep demokrasi dalam pengerjaannya. Oleh karenanya program ini dilihat sebagai gebrakan baru dan proyek nasional terbesar di Afghanistan. Bagaimanapun juga, implementasi NSP menemui banyak tantangan dan karena masih minimnya upaya rekonsiliasi dari pemerintah, program ini masih belum maksimal dalam mencapai rekonstruksi nasional secara signifikan.

National reconstruction in post-war society needs a deliberate attention and careful consideration, by the post-war government or the international institutions. In the post-war Afghanistan which has been under conflictual situations for years, it takes a special formulations in terms of its national reconstruction especially since the fall of Taliban and Karzai regime takes over as a transitional government. With some failures within early reconstruction programs that have been established, the National Solidarity Program (NSP) arranged by Afghanistan's Ministry of Rural and Rehabilitation Development (MRRD) considered to be the biggest national reconstruction so far and since then receiving massive appreciations and support from the international aid institutions. However, apart from the breakthrough characteristics that this program brings, such as community-driven program and its initiative take on self-participatory development, NSP has to prevail several challenges in its fourth-phase. These significant challenges, including lack of reconciliation with the insurgence, contributed to the fact that this program may have not gone too successful from its predecessors. Thus, the implementation of this program have not reached its maximum capacity in revitalizing Afghanistan's post-war economy.

Kata Kunci : Afghanistan, Karzai, National Solidarity Program, Post-war, Reconciliation, National Reconstruction

  1. S1-2015-250078-abstract.pdf  
  2. S1-2015-250078-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-250078-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-250078-title.pdf