KAJIAN KEPATUHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RS. KHUSUS PARU RESPIRA (BP4) UPKPM MINGGIRAN
INDAH PERMATA, NANANG MUNIF YASIN, M.PHARM., APT ; FIVY KURNIAWATI M.SC., APT
2015 | Skripsi | S1 FARMASITuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular langsung yang menjadi penyebab kematian kedua di dunia. Pengobatan tuberkulosis memerlukan waktu yang panjang dan tidak terputus. Pemerintah berupaya menanggulangi TB dengan strategi Direct Observed Treatment Shortcourse (DOTS). Pengobatan dengan Obat Anti Tuberkuosis (OAT) merupakan perwujudan dari strategi DOTS. Keberhasilan pengobatan dengan OAT sangat bergantung kepada kepatuhan pasien selama pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung kepatuhan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Data yang digunakan merupakan data concurent (sewaktu) yang diambil dari kuesioner yang telah diisi oleh pasien TB paru dewasa yang sesuai dengan kriteria inklusi di RS. Khusus Paru Respira (BP4) UPKPM Minggiran. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kepatuhan pasien adalah Modified Morisky Scale (MMS) dan wawancara dengan pasien dan perawat TB untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini melibatkan 40 pasien TB dimana keseluruhan pasien telah menggunakan Fix Dose Combination (FDC) sebagai Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama pengobatan. Sebanyak 36 pasien (90%) dinyatakan memiliki kepatuhan tinggi. Sebanyak 3 pasien (7,5%) dinyatakan memiliki kepatuhan yang berubah-ubah, dan satu pasien (2,5%) dinyatakan tidak patuh. Secara umum kepatuhan pasien di BP4 UPKPM Minggiran cukup tinggi dikarenakan banyak faktor pendukung yang berperan, yakni adanya pengawas menelan obat yang berasal dari keluarga pasien (100%), System, dan pelayanan dari penyedia layanan kesehatan (tersedianya pojok DOTS, waktu tunggu singkat, dan tenaga kesehatan yang kooperatif dan informatif), serta bentuk OAT yang digunakan sudah berbentuk FDC (100%).
Tuberculosis (TB) is an direct-transmitted infectious disease that became the second leading cause of death in the world . Tuberculosis treatment takes a long time and it has to be uninterrupted. Government try to reduced TB by using the Direct Observed Treatment Shortcourse (DOTS) strategy. Treatment with anti tuberkulosis drug (OAT) is a part of DOTS strategy. Succession in the treatment using OAT is highly depends on patient compliance during the treatment. The aim of this study is to determine the level of patient compliance and determine the factors that support patient compliance. This study is a cross sectional study . The data used is the concurent data taken from a questionnaire that was filled out by an adult pulmonary TB patients which with the criteria for inclusion in the RS. Khusus Paru Respira (BP4) UPKPM Minggiran. The instrument used to measure patient compliance is Modified Morisky Scale (MMS) and interviews with TB patients and caregivers to find out what factors affect patient compliance. This study involved 40 TB patients that had been using Fix Dose Combination (FDC) as an Anti- Tuberculosis Drugs (OAT) during treatment. A total of 36 patients (90 %) have a high compliance. A total of 3 patients (7.5 %) have lack of compliance, and one patient (2.5%) declared to be non-compliance. In general, patient compliance in BP4 UPKPM Minggiran is quite high due to many contributing factors, for example the existence of family support as PMO during treatment (100 %) , system, and services from health care providers (availability of DOTS corner, short waiting times, and cooperatively-informatively health workers), also the use of FDC forms drug (100 %).
Kata Kunci : tuberkulosis, kepatuhan, MMS, OAT, BP4