Laporkan Masalah

Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Pemberian Kredit Mikro (Studi pada PT Bank Rakyat Indonesia Unit Gedongkuning Yogyakarta)

BONA TIFFANY P S, R.A. Supriyono, Prof., Dr., S.U., Ak., CA

2015 | Skripsi | AKUNTANSI

Perbankan adalah salah satu industri yang menghadapi banyak risiko. Salah satu jenis risiko yang dihadapi oleh bank adalah risiko kredit. Risiko kredit adalah risiko yang disebabkan oleh kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada bank. Pengendalian internal yang handal diperlukan untuk meminimalisir risiko kredit tersebut. Dalam laporan kinerja kredit BRI Unit Gedongkuning Yogyakarta Desember 2014- April 2015, ditemukan peningkatan Non Performing Loan (NPL) kredit mikro menjadi 4% pada April 2015, padahal dalam laporan keuangan tahunan konsolidasian, BRI mengungkapkan tingkat NPL yang dimilikinya hanya 1,2%. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sistem pengendalian internal pada pemberian kredit mikro yang selama ini dilakukan oleh perusahaan dan membandingkan dengan menggunakan kerangka pengendalian yang ada. Dalam mengevaluasi efektivitas pengendalian internal pemberian kredit mikro BRI Unit Gedongkuning Yogyakarta, penulis menggunakan kerangka pengendalian internal COSO dan pedoman sistem pengendalian internal bagi bank umum dari Bank Indonesia. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan, yaitu melalui kuisioner, wawancara, observasi, dan inspeksi dokumen yang berkaitan dengan pemberian kredit mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pemberian kredit mikro di BRI Unit Gedongkuning Yogyakarta telah cukup baik, kecuali pada beberapa hal seperti jumlah mantri dan kekonsistenan pelaksanaan SOP Pemberian Kredit.

Banking is one of an industry thas faces some risks, one of a kind is credit risk. Credit risk is a risk resulted from debtors or other parties defaults on paying back their loan. To minimize the risk, a reliable internal control is needed. The credit performance reports of BRI Unit Gedongkuning Yogyakarta for December 2014- May 2015 have shown that the NPL is at the level of 4%, while in the consolidated BRI financial report, NPL is at the level of 1.2%. The purpose of this study is to evaluate the internal control system in credit micro granting performed by the company and compare it with the existing framework and rules. In evaluating the effectiveness of micro credit granting, the author used COSO internal control framework and the guidelines for internal control systems to commercial banks from Bank Indonesia. Data collection techniques that author used are questionnaire, interview, observation, and inspection of micro credit granting related documents. The study result show a good overall internal control system in micro credit granting, except for some things like the number of account officers and the consistency of the Credit Manual implementation.

Kata Kunci : Sistem pengendalian internal, kredit mikro, perbankan, COSO/ Internal control system, micro credit, banking, COSO

  1. S1-2015-315617-abstract.pdf  
  2. S1-2015-315617-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-315617-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-315617-title.pdf