EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PENATAAN PERMUKIMAN (RPP) DARI PERSPEKTIF DESAIN LINGKUNGAN PEDESAAN KASUS: DESA JAGALAN DAN DESA TAMANAN KECAMATAN BANGUNTAPAN DAN DESA NGESTIHARJO KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL
ANDHIKA TEGUH PUTRANTO, Iwan Suharyanto, S.T, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAEvaluasi proses pelaksanaan Rencana Penataan Pemukiman (RPP) sebagai dokumen perencanaan diperlukan untuk mengetahui bagaimanakah sebuah perencanaan yang dibuat dari level grass root dapat dilaksanakan. Dalam proses RPP mulai dari penyusunan, analisis hingga pelaksanaan RPP, seluruh kegiatan dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan sistem partisipasi. Penelitian ini berlokasi di 3 desa di Kabupaten Bantul yaitu: Desa Jagalan dan Tamanan di Kecamatan Banguntapan dan Desa Ngestiharjo di Kecamatan Kasihan. Ketiga desa ini memiliki identitas tersendiri untuk mewakili desa pada umumnya, Desa Jagalan dengan desa pusaka, Desa Tamanan dengan desa pertanian dan Desa Ngestiharjo dengan desa Sub-urban. Dalam pelaksanaan RPP ketiga desa ini memiliki pendekatan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah deduktif kualitatif dengan perspektif desain lingkungan untuk mengamati bagaimana ketiga desa ini melaksanakan RPP yang mereka miliki. Kondisi saat ini, di Desa Jagalan telah memiliki perencanaan yang jelas sedangkan di kedua desa lain masih menjalankan RPP mereka. Penelitian ini diharapkan mampu mengevaluasi suatu proses perencanaan yang berasal dari masyarakat dan dijalankan oleh mereka sendiri sehingga dapat memberikan suatu contoh bagi desa lain.
Evaluation of the implementation of the Community Settlement Arrangement (CSP) as a planning document is needed to determine how a plan made from grass root level can be implemented. On its process, starting from the preparation, analysis and the implementation of CSP, all activities are done by the community with partisipation system. This research is located in the 3 villages in Bantul, namely: Jagalan and Tamanan village in Banguntapan and Ngestiharjo in Kasihan. These three villages have their own identity to represent the village in general, Jagalan have heritage village, Tamanan with farming villages and Ngestiharjo with sub-urban villages. In the CSP implementation, these three villages has a different approach. The method used in this was deductive qualitative with perspective of environmental design to observe how these three villages implement their CSPs. The Existing conditions, Jagalan has had a clear plan, while in the other two villages are still running their CSP. This study is expected to evaluate a planning process that comes from the community and run by their own in hope to provide an example for other villages.
Kata Kunci : Permukiman, Desa, Jagalan, Tamanan, Ngestiharjo, RPP