Laporkan Masalah

Peran Modal Sosial Dalam Produktivitas Gapoktan Di Kabupaten Madiun

DIAN AYU PUSPITASARI, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si

2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Intisari Peran Modal Sosial Dalam Produktivitas Gapoktan Di Kabupaten Madiun Dian Ayu Puspitasari, Dra. Ambar Teguh Sulistyani, M.Si Gabungan kelompok tani (gapoktan) merupakan salah satu bentuk pemberdayaan petani untuk membangun sektor pertanian. Anggota akan mendapatkan manfaat jika gapoktan produktif dan berupaya untuk mencapai tujuannya. Produktivitas pada gapoktan adalah seberapa besar gapoktan dapat mencapai tujuannya. Salah satu faktor yang mendukung gapoktan mencapai tujuannya adalah modal sosial. Hal tersebut dikarenakan modal sosial merupakan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat terdiri dari kepercayaan, norma dan jaringan. Penelitian ini berfokus pada kontribusi modal sosial dalam pencapaian tujuan pada Gapoktan Kenongorejo dan Gapoktan Sambirejo yang berada di Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada pihak-pihak terkait dan ditambah dukungan data sekunder untuk menguatkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian pada masing-masing gapoktan dianalisis selanjutnya dikomparasikan dan ditarik kesimpulan atas penelitian. Temuan di lapangan menunjukkan adanya modal sosial dalam gapoktan yang diwujudkan dalam partisipasi anggota, tanggungjawab anggota, aturan yang diterapkan dalam gapoktan, pertukaran informasi dan kerjasama dalam gapoktan. Selanjutnya, modal sosial tersebut berkontribusi dalam produktivitas gapoktan. Kontribusi kepercayaan yang baik dalam produktivitas dapat dilihat pada Gapoktan Kenongorejo karena adanya upaya untuk mencapai tujuan bersama. Akan tetapi, kelemahan gapoktan terdapat pada jaringan, dimana jaringan eksternal yang dimiliki belum banyak untuk mendukung pencapaian tujuan gapoktan. Di sisi lain, kontribusi jaringan yang baik dalam produktivitas dapat dilihat pada Gapoktan Sambirejo karena banyaknya jaringan yang terjalin dengan pihak eksternal mengakibatkan variasi kegiatan gapoktan lebih banyak. Akan tetapi, adanya kepercayaan berlebihan dan dominasi ketua dalam gapoktan mengakibatkan produktivitas tidak dapat dilihat secara nyata dan memicu munculnya penyimpangan dalam gapoktan, seperti ketergantungan kepada ketua dan ketua dianggap sebagai pemilik gapoktan. Oleh karena itu, perlu adanya revitalisasi modal sosial untuk membangun gapoktan kembali dan peran aktif anggota untuk menanggulangi penyimpangan kedepannya. Kata kunci: Modal sosial, produktivitas, gapoktan, pemberdayaan petani

Abstract The Roles Of Social Capital In Gapoktan Productivity at Kabupaten Madiun Dian Ayu Puspitasari, Dra. Ambar Teguh Sulistyani, M.Si Gabungan kelompok tani (Gapoktan) is one of farmer empowerment to develop agricultural sector. The members of Gapoktan will get benefit if Gapoktan can be productive and try to achieve their goals. Productivity in Gapoktan is how much Gapoktan can achieve their goals. One of the factors supporting Gapoktan to achieve their goal is social capital as a resource owned by the community. It consists of trust, norms and networks. This research focused on the contribution of social capital in achieving the goals of Gapoktan Kenongorejo and Gapoktan Sambirejo at Kabupaten Madiun. The qualitative with case study approach was selected in this research. Data were taken with interviews to relevant persons and secondary data were added to reinforce the result of research. Findings indicate the existence of social capital in Gapoktan which are shown in members participation, members responsibilities, the rules applied in Gapoktan, exchange of information and cooperation in Gapoktan. Furthermore, the social capital contributes to the productivity of Gapoktan. Contribution of trust in productivity can be seen in Gapoktan Kenongorejo because of their efforts to achieve common goals. But, there are weaknesses of Gapoktan in the network where the external network has not been widely held to support the achievement of the goal of Gapoktan. On the other hand, contribution of network in productivity can be seen in Gapoktan Sambirejo. It is because of the large external networks which affect to the variations of Gapoktan activities. But, excessive of trust and dominance of Gapoktan chairman affect on producitivity which can not be seen in a real and it triggers the emergence of irregularities in Gapoktan, such as the dependence to the chairman and the consideration of chairman as the Gapoktan owner. Therefore, revitalization of social capital is needed to rebuild Gapoktan and members participation to overcome future irregularities. Keyword: Social capital, productivity, gapoktan, farmer empowerment

Kata Kunci : Modal sosial, produktivitas, gapoktan, pemberdayaan petani

  1. S1-2015-311628-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311628-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311628-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311628-title.pdf