Laporkan Masalah

RESILIENSI NARAPIDANA HUKUMAN MATI PEMBUNUHAN BERENCANA : STUDI KASUS BAPAK - ANAK MEMBUNUH MANTAN PACAR ANAK

DELFIAN TRI BANDORO, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S.

2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Kapolda DIY menyebutkan bahwa sebanyak 5846 kasus kejahatan yang ditangani sepanjang 2013. Pada tahun 2013 terdapat satu kasus kejahatan yang menarik perhatian masyarakat Yogyakarta. Kasus tersebut berupa kasus pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran siswi SMK di Kalasan, Sleman, DIY. Pelaku kejahatan yang ditahan sebagai narapidana memiliki stress yang tinggi berasal dari kasus kecelakaan lalu lintas, narkoba, pencurian, korupsi dan pembunuhan. Kenyataannya terdapat dua tersangka kasus pembunuhan berencana yang divonis hukuman mati dan telah mengalami resilien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan dinamika resiliensi narapidana hukuman mati. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, dokumen, dan observasi terhadap 2 orang narapidana hukuman mati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa narapidana hukuman mati memiliki faktor risiko yang dapat mempengaruhi terkena kasus seperti disfungsi keluarga, lingkungan pergaulan yang buruk, dan pernah tersandung perkara hukum. Narapidana hukuman mati mengalami dampak psikologis dan kesehatan fisik akibat dari hukuman yang diberikan. Usaha yang dilakukan untuk menghadapi permasalahannya terpusatkan pada Problem Focused Coping dan Emotion Focused Coping. Masalah yang dihadapi narapidana hukuman mati merasa terbantu akibat dukungan yang berikan dan melakukan aktivitas di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Narapidana hukuman mati berusaha untuk menghindari masalah, mengabaikan masalah, dan meningkatkan religiusiitas. Memiliki sikap peduli, harapan tinggi yang realistik, belajar dari pengalaman, merefleksikan diri, dan mempercayai teman untuk berbagi cerita merupakan kemampuan narapidana hukuman mati untuk menguatkan dirinya menjadi resilien. Tidak mendapatkan besukan selama dua minggu dapat mengurangi narapidana hukuman mati menjadi resilien. Karakteristik resiliensi pada narapidana hukuman mati dengan memiliki kesadaran menjadi role models, mendapatkan semangat, mendapatkan akses pelayanan, bertanggungjawab atas konsekuensi, penuh akan harapan, iman, dan kepercayaan, keinginan hidup yang baik dan produktif, muncul identitas positif, memiliki otonomi diri, melihat sisi terang kehidupan, mengekspresikan perasaan dan mengatur emosi, mendapatkan hubungan yang dapat dipercaya, dan memiliki kemampuan pemecahan masalah.

Head of the provincial police said handled 5846 criminal case along 2013. In 2013, available one of exist criminal case in Yogyakarta society. That case as case of rapist, murder, and burn a schoolgirl at Kalasan, Sleman, Yogyakarta Special District. The seizeer arsonist as prisoner has stress from traffic accident case, narcotics and drugs case, theft case, corruption case and murder case. In fact, researcher found two death penalty prisoner from plan murder case who are able to resilience. This study use qualitative methods and aims to explain the dynamic of resiliency on death penalty prisoner. Data were collected by interview, document, and observation to two death penalty prisoner. The results show that death penaly prisoner have risk factor is possible into contact with the case like a family dysfunction, bad society, and have once stumbled law matter. Death penalty prisoner experience psychological impact and physical health effect of punishment given. That effort is done to face about problem focused coping and emotion focused coping. Faced problem of death penalty prisoner perceives to be helped support effect that gives and do something activity in Correctional Institution. Death penalty prisoner tries to avoid problem, ignore problem, and increases religiosity. Having care attitude, high realistic expectation, studying from experience, self reflection, and trusts friend for shared story is death penalty prisoner ability to becomes resilient. If Death penalty prisoner was not get visit from parents, friend, and family while two weeks can reduce becomes resilient. Characteristic of resiliency on death penalty prisoner is had consciousness become role models, was swept off his feet, getting ministering access, responsible from consequence, having full expectation, faith, and trust, having wish of good living and productive, having positive identity, having self autonomy, seeing life to bright side, expressing feel and manages emotion, getting reliable relationship, and have problem solving ability.

Kata Kunci : Kualitatif, Resiliensi, Narapidana, Hukuman Mati / Qualitative, Resiliency, Prisoner, Death Penalty