Laporkan Masalah

EKONOMI SOLIDARITAS DALAM GERAKAN SOSIAL BARU: PENGALAMAN GARTEN COOP DI FREIBURG, JERMAN

MUHAMMAD ARIEF AL FIKRI, Dr. Laksmi Adriani Savitri, M.A

2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang berlangsung selama 30 hari mengenai gerakan pertanian organik di suatu koperasi bernama Garten Coop di kota Freiburg, Jerman. Karya ini secara lebih spesifik membahas penerapan model Community Supported Agriculture (CSA) dengan spirit ekonomi solidaritas atau yang secara internasional dikenal dengan solidarity economy yang dijalankan oleh Garten Coop. CSA dan ekonomi solidaritas ini merupakan konsep global karena tidak hanya ditemui di Garten Coop, namun juga ada di beberapa koperasi pangan atau komunitas pertanian, baik organik maupun non-organik. Selain itu, koperasi-koperasi CSA ini juga membangun jaringan secara regional, nasional, bahkan internasional. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ekonomi solidaritas adalah bagian dari CSA, dan bahwa Garten Coop merupakan bagian dari gerakan pertanian global yang memperjuangkan kedaulatan pangan (food sovereignty) dan sistem pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Namun demikian, dalam membangun solidaritas itu sangatlah kompleks, karena ada manusia sebagai komponen utama di dalamnya. Ego selalu berperan penting dalam penyampaian pendapat, perilaku, bahkan sampai proses penentuan keputusan. Konsepsi ekonomi solidaritas mungkin terdengar sangat ideal sebagai sistem ekonomi alternatif atau jalan keluar dari sistem ekonomi yang selama ini dominan dikontrol oleh pasar atau negara. Akan tetapi, pada level praktik, ekonomi solidaritas mempunyai banyak hambatan dan tantangan yang menguji solidaritas orang-orang yang menjalankannya. Selain itu, saya juga akan mencoba melihat Garten Coop ini tidak hanya sebagai gerakan lokal yang menjadi bagian dari gerakan global, tapi juga sebagai gerakan sosial baru atau new social movement.

This study is written as a result from a 30-day field research on organic agriculture movement in one cooperative named Garten Coop in the city of Freiburg, Germany. Specifically, this work talks about Community Supported Agriculture (CSA) with the spirit of solidarity economy implemented by Garten Coop. CSA and solidarity economy are global terms because they are applied not only in Garten Coop, but also in several food cooperatives or farming communities, organic or not. Moreover, these CSA cooperatives also build their networks locally, regionally, nationally, even internationally. Therefore, we can say that solidarity economy is part of CSA, and Garten Coop becomes a part of global agricultural movement that fights for food sovereignty and sustainable agriculture. However, building this kind of solidarity can be very complicated because there are people as the main component inside. Ego always takes critical role in delivering opinion, taking action, even making decision. This solidarity economy concept might be heard very ideally as an alternative economy system or as an escape from the one that has been dominated by market or state. Nevertheles, in practical level, solidarity economy faces some constraints and challenges that examine people’s solidarity. In addition, I will also try to see Garten Coop not only as a local movement that becomes part of global movement, but also as a new social movement.

Kata Kunci : pertanian organik, CSA, ekonomi solidaritas, solidarity economy, new social movement