Hubungan Tingkat Kecemasan Anak Dengan Tingkat Keberhasilan Pemasangan Infus Di Ruang Anak RSUP DR Sardjito Yogyakarta
ANNISA RISWANDANY, Itsna Luthfi K., S.Kep., Ns., MANP; Patricia Suti L., S.Kep., Ns., MPH
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Anak-anak usia sekolah adalah kelompok usia yang rentan terhadap pengalaman sakit, disebabkan karena beberapa faktor sehingga anak harus di hospitalisasi sehingga menimbulkan kecemasan. Respon kecemasan yang berlebihan menjadi salah satu faktor resiko terjadinya kesulitan mengakses vena anak pada terapi intravena, sebagai prosedur yang sering dialami oleh anak-anak di rumah sakit. Metode: Non eksperimental yaitu analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional untuk mengetahui hubungan kedua variabel, melalui pengisian kuesioner kecemasan dan pendokumentasian jumlah penusukan jarum saat pemasangan infus sebagai indikator keberhasilan. Penelitian dilakukan di INSKA RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dari Februari - Mei 2015. Hasil: Tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak kategori ringan dengan tingkat keberhasilan perawat kategori tinggi sebanyak 18 anak (60%), kecemasan anak kategori sedang dengan tingkat keberhasilan kategori tinggi sebanyak 5 anak (16,7%), hasil ini sama dengan jumlah anak yang memiliki tingkat kecemasan ringan dengan tingkat keberhasilan kategori sedang. Anak cemas sedang dengan tingkat keberhasilan kategori sedang sebanyak 2 anak (6,7%). Kesimpulan: Hasil uji Fisher menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari nilai alpha (0,532 > 0,05) maka tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan anak dengan tingkat keberhasilan perawat dalam melakukan pemasangan jalur intravena di bangsal rawat inap anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Background: School-age children are an age group prone to experience sickness due to several factors so that they should be hospitalized which results in anxiety. Excessive anxiety response is one of the risk factors for difficulty in venous access in children on intravenous therapy, a procedure that is often experienced by children in hospital. Methods: This research is a non-experimental, namely analytical correlational with cross-sectional design to identify the correlation between two variables, through filling anxiety questionnaire and documenting the number of needle insertion when the infusion as indicator of success. The research was conducted at the Installation of Childrens Health of RSUP Dr. Sardjito from February - May 2015. Results: The anxiety level of hospitalization in children belonged to mild category with nurses high success rate numbering 18 children (60%), medium category with high success rate numbering 5 children (16.7%). This result was similar to the number of children who had mild anxiety level with medium level of success. Childrens medium anxiety level belonged to medium rate of success numbering 2 children (6.7%). Conclusion: The results of Fisher's test indicated the significance value was greater than the alpha value (0.532> 0.05), so that there was no correlation between childrens anxiety level and success level in performing infusion at childrens ward of RSUP DR Sardjito.
Kata Kunci : kecemasan anak, keberhasilan infus, perawat