Kajian Ketersediaan Dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kawsan Perkotaan di Kota Sukabumi
FAUZAN MAULANA SHANI, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si
2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTingginya pergerakan dan perpindahan orang serta barang di kawasan perkotaan Kota Sukabumi menyebabkan tekanan terhadap fungsi ekologis kawasan perkotaan dalam hal ini ruang terbuka hijau. Pengembangan ruang terbuka hijau menjadi salah satu harapan di kawasan perkotaan untuk mengurangi permasalahan lingkungan yang terjadi di kota Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui tingkat ketersediaan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan di kota Sukabumi, (2) Mengetahui kebutuhan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Sukabumi, (3) Mengetahui pola persebaran ruang terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interpretasi citra, analisis ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan regulasi UU No. 6 tahun 2007 dan berdasarkan kriteria tegakan vegetasi minimum, analisis kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan jumlah penduduk, dan pola persebaran berdasarkan analisis tetetangga terdekat secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau secara keseluruhan berdasarkan luas minimal belum memadai yaitu sebesar 1.673.193,20 m2 dengan persentase 5,2% dari luas keseluruhan kawasan perkotaan Kota Sukabumi. Ketersediaan berdasarkan tegakan vegetasi terdapat 20 titik RTH yang tidak sesuai dengan kriteria tegakan vegetasi. Kebutuhan RTH yang terdiri dari taman lingkungan, pemakaman, taman kota, hutan kota, dan fungsi tertentu belum memadai, dimana luas ideal RTH sebesar 1.707.048,4 m2 dengan ketersediaan 1.628.702 m2 sehingga membutuhkan RTH dengan luasan 78.346,32 m2. Pola persebaran ruang terbuka hijau cenderung tersebar dimana sebelah utara kawasan perkotaan Kota Sukabumi didominasi oleh RTH taman lingkungan, dan sebelah selatan kawasan perkotaan Kota Sukabumi di dominasi oleh RTH hutan kota dan sempadan sungai.
The high mobility and movement of people and goods in urban areas of Sukabumi City causes pressure to the ecological function of urban area which here means the green open spaces. The development of green open spaces becomes one of the hopes in urban area to minimize the environmental problems occur in Sukabumi. The aims of the research were: (1) to find out the availability of green open spaces in urban areas of Sukabumi, (2) to find out the necessity of green open spaces in urban areas of Sukabumi, and (3) to find out the distribution pattern of green open spaces in urban areas of Sukabumi. The method used in the research was survey method. The technique of analysis used in the research was image interpretation analysis, availability analysis of green open space based on regulation of UU No. 6 year 2007 and availability based on vegetation criteria and distribution pattern based on nearest neighbor analysis with quantitative analysisis. The research results show that the availability of green open spaces was not suffiecient, in which overall the availability was 1.673.193,20 m2 in the level of 5,2% . There were 20 green open spaces that were not meet the criteria of vegetation. The necessity of green open spaces which consists of neighborhood parks, graveyards, city park, urban forest, and other functions was not been sufficient in which the ideal area was 1.707.048,4 m2 with the necessity of green open spaces as many as 78.346,32 m2 while the number of available green open spaces was only 1.628.702 m2. The spreading patterns of green open spaces tend to be dispersed. The north side on urban areas of Sukabumi City was dominated by the neighborhood parks, and south side on urban areas of Sukabumi City was dominated by urban forest and river side.
Kata Kunci : ruang terbuka hijau, ketersediaan, pola persebaran