MEMAHAMI PERILAKU KONSUMTIF DI DESA MISKIN (Studi kasus di Desa Sidonganti kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Jawa Timur)
RIZKI HAPSARI, Drs. Soeprapto, SU
2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIDesa Sidonganti kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Jawa Timur sebenarnya termasuk desa miskin berdasarkan data kependudukan di Kabupaten tersebut. Namun anehnya, perilaku cenderung konsumtif.Konsumsi telah melibatkan mereka yang tidak bekerja, pemuda, orang tua, pengangguran, Semua orang terlibat mlakukan konsumsi untuk menunjukkan diri mereka melalui objek objek material. Esensi pokok dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi perilaku konsumtif didesa miskin dan bagaimana budaya konsumtifisme memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Sidonganti. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif diskriptif karena dalam penelitian ini cenderung mendeskripsikan perilaku konsumtif masyarakat desa Sidonganti. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat Sidonganti. Pemilihan informan dilakukan secara random dari tiga dusun yang ada di Sidonganti dengan jumlah 12 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab masyarakat melakukan perilaku konsumtif berbagai macam antara lain sikap dan mentalitas mayarakat dan lingkungan. Dari kedua penyebab yang ada saling berhubungan satu sama lain. Lingkungan yang mempengaruhi tidak diimgbangi dengan mentalitas untuk menyaring adanya ajakan ajakan dari luar. Budaya konsumtif dimasyrakat ini memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Sidonganti. Konsumtif sangat erat kaitanyya dengan uang. Sejauh ini uang masih digunakan untuk menentukan status sosial dan ekonomi seseorang. Dalam memaknai uang dan penggunaannya masyarakat masih membatasi dengan norma sosial dan agama. Uang dapat menentukan seseorang dalam status sosial ekonomi tertinggi ketika dapat menunjukkan perilaku konsumtif pada tempatnya dan memaksimalkan penggunaaan uang dalam aktivitas sosial, budaya dan agama. Kata kunci : kemiskinan, konsumtivism
Sidonganti , Kerek , Tuban in East Java, including poor rural population data based on the district. But strangely, people are more likely consumptive behavior. Consumption has involved those who do not work, youth, the elderly, the unemployed, Everyone involved did consumption to show "themselves" through the object material object. The essence of the subject in this study is why the poor villages consumer behavior and how cultural consumerism influence on people's daily lives Sidonganti. This study uses descriptive qualitative research because in this study tended to describe consumer behavior Sidonganti rural communities. Data collection is done by observation and in-depth interviews Sidonganti society. Selection of informants is done randomly from three hamlets that 12 informants. Based on the results of research conducted showed that the cause of the people doing various kinds of consumer behavior, among others, the attitude and mentality of society and the environment. From the second cause exists relate to each other. Environment that affects not diimgbangi with the mentality to filter the solicitation solicitation from outside Consumer culture in the community have had an impact on people's daily lives Sidonganti. Consumptive very close relationship between the breakdown of money. So far the money is used to determine a person's social and economic status. In meaning and use of public money still limit the social and religious norms. Money can determine a person in the highest socioeconomic status when it can show the consumer behavior in place and maximizing the use of money in social activities, culture and religion. Keywords: poverty, consumerism
Kata Kunci : kemiskinan, konsumtivism