Uni Eropa dalam Penanganan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Kaum Romani
YUSNIA KURNIASIH, Drs. Muhadi Sugiono, MA
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALKomitmen dan perhatian Uni Eropa terhadap nilai-nilai kebebasan, demokrasi, kesetaraan dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dapat dilihat dari usaha Uni Eropa untuk selalu memperbarui aturan-aturan dan hukum-hukumnya untuk penegakan dan perlindungan nilai-nilai tersebut. Namun, hal ini tidak lantas menjadikan Uni Eropa bebas dari permasalahan pelanggaran HAM dan diskriminasi. Salah satu permasalahan pelanggaran HAM dan diskriminasi yang masih dihadapi oleh Uni Eropa adalah yang terjadi pada kaum minoritas Romani di negara-negara anggotanya. Pada perkembangannya, sekalipun Uni Eropa telah turun tangan untuk menangani permasalahan ini dan menginisiasi program inklusi kaum Romani, diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap kaum Romani masih saja terus terjadi di beberapa negara anggota. Skripsi ini akan melihat bagaimana penanganan pelanggaran HAM kaum Romani yang dilakukan oleh Uni Eropa sekaligus menganalisa mengapa Uni Eropa tidak berhasil mengatasi permasalahan pelanggaran HAM dengan efektif sekalipun Uni Eropa telah memiliki aturan, alat dan mekanisme perlindungan HAM. Untuk menganalisa, penulis akan menggunakan sudut pandang Uni Eropa sebagai sebuah rezim HAM, melihat kembali bentuk pemerintahan Uni Eropa serta melihat lebih detail permasalahan dengan menggunakan indikator perlindungan HAM.
European Union's concern and commitment to value freedom, democracy, equality and respect to human rights are reflected on their efforts to always renewing their regulations and laws in order to make sure the enforcement and protection of these values. But this is not a guarantee that European Union are free from human rights violations and discriminations issues. One issue that still exist on its member states are human rights violations and discriminations against minority people especially the Romani. Though in advance European Union has responded and suggested Roma inclusion programs to cut off the cycle of disadvantages, discriminations and human rights violations are still happening in some of the member states. This thesis will focus on how European Union responded to the issue and analyze the reason why European Union could not handle this problem successfully and effectively even though European Union has all the regulations, laws, tools and mechanism on human rights protection. To analyze, the writer will use the European Union as one human rights regime point of view, review the European Union's mode of governance and looking at the details of the problem by using human rights protection indicators.
Kata Kunci : Uni Eropa, HAM, Pelanggaran HAM, Kaum Romani, Minoritas, European Union, Human Rights, Human Rights Violations, Romani, Minority.