Laporkan Masalah

uji toksisitas akut kombinasi ekstrak etanolik daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour). Merr dan daun jati cina (Cassia angustifolia Vahl) pada tikus betina galur Wistar

MEGA NOVITA R, Irfan Muris Setiawan, M.Sc., Apt.; Dr. Ika Puspita Sari, M.Si., Apt.

2015 | Skripsi | S1 FARMASI

Ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour). Merr) dan ekstrak daun jati Cina (Cassia angustifolia Vahl) diketahui memiliki berbagai manfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai laksatif dan antiobesitas. Dalam pengembangan obat alternatif, penting untuk diketahui potensi ketoksikan ekstrak tersebut. Penelitian uji toksisitas akut oral ekstrak daun sambung nyawa dan ekstrak daun jati cina bertujuan untuk mengetahui potensi ketoksikan akut berupa nilai LD50, gejala toksik dan luas spectrum efek toksik yang timbul akibat pemejanan ekstrak tersebut. Uji toksisitas akut dilakukan sesuai dengan prosedur OECD 423 pada tikus betina galur Wistar yang berumur antara 8-12 minggu yang tidak hamil dengan bobot antara 150-250 gram dengan jumlah hewan uji 3 ekor tiap kelompoknya. Starting dose pada uji toksisitas akut ini yaitu pada dosis 2000 mg/kg BB kemudian dilanjutkan dengan dosis 5000 mg/kg BB dan sebagai control digunakan control pembawa (NaCMC 0,5%). Pengamatan dilakukan setiap harinya mengenai jumlah tikus yang mati dan gejala ketoksikan yang muncul selama 14 hari. Di akhir masa pengamatan, hewan uji dikorbankan untuk dilakukan pemeriksaan morfologi dan histopatologi organ vital. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, pemberian sediaan uji kombinasi ekstrak etanolik daun sambung nyawa dan ekstrak etanolik daun jati cina dosis 2000 mg/kg dan 5000 mg/kg pada tikus betina galur Wistar tidak mempengaruhi PKPB dan tidak menimbulkan gejala dan efek toksik. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan terjadinya pneumonia interstisialis pada sebagian besar hewan uji dalam kelompok kontrol maupun perlakuan, sedangkan berdasar jumlah kematian hewan uji, LD50 cut off yang didapat lebih dari 5000 mg/KgBB sehingga termasuk dalam kategori 5 atau tidak terklasifikasi.

Sambung nyawa or Gynura procumbens (Lour). Merr) and jati cina or Cassia angustifolia Vahl are known and used by Indonesian society as laxative agent and antiobecity. The usage in current amount could cause toxicity, so it is necessary to do a first screening appropriately if only the toxicity value is acute. The aim of this research is to know acute toxicity potential on combination jati cina and sambung nyawa ethanolic extract depend on LD50 value and toxicity effect. This research was an experimental research using OECD 423 guideline. It is used nonpregnant female rats in 8-12 weeks old as test animal which is divided on 4 groups. Each group contains 3 rats. Test is started with 2000 mg/kg dose combination extract and continued with 5000 mg/kg dose. 0,5% NaCMC solution is used as negative control. The animals were in observation for 14 days and killed in the end of test to get the histopatology data. The result showed, combination jati cina and sambung nyawa ethanolic extract in 2000 mg/kg and 5000 mg/kg dose has no effect to body weight and toxic effect on histopathology. All animal in control and dose group had interstitial pneumonia. LD50 value in this research was above 5000 mg/kg or not classified.

Kata Kunci : Acute toxicity, Cassia angustifolia Vahl, Gynura procumbens (Lour). Merr), OECD 423

  1. S1-2015-316032-abstract.pdf  
  2. S1-2015-316032-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-316032-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-316032-title.pdf