Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEINTIMAN ORANG TUA DAN REMAJA DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA SISWA SMP PASCA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN CANGKRINGAN

EKA PUJI NURLAILLI, Dr. Dra. Sumarni DW., M.Kes.; Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes.

2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Erupsi Merapi merupakan peristiwa traumatik bagi anak yang dapat memicu munculnya depresi dan dapat bertahan sampai remaja bahkan dewasa. Permasalahan antara remaja dan orang tuanya yang berkembang ke arah ketidak intiman hubungan akan menimbulkan konflik dan dapat memperberat depresi pada remaja Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara keintiman orang tua dan remaja dengan kecenderungan depresi pada siswa SMP pasca erupsi merapi di kecamatan cangkringan Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan metode analitik korelasional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari 2015 dengan subjek penelitian sebanyak 92 siswa kelas VII. Pengumpulan data dengan pemberian kuesioner dengan menggunakan Instrumen Keintiman Remaja – Orang tua (IKRO) dan Child Depression Inventory (CDI). Data di analisa dengan menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil : Terdapat sedikit perbedaan antara jumlah siswa yang intim terhadap kedua orang tuanya dengan yang tidak intim terhadap kedua orang tuanya. Terdapat sedikit perbedaan antara jumlah siswa yang cenderung depresi dengan siswa yang cenderung tidak depresi. Ada hubungan yang bermakna antara keintiman ayah dan remaja dengan kecenderungan depresi pada siswa dengan (p = < 0.05), dan nilai r = -0.527 yang menunjukkan hubungan yang sedang dengan korelasi terbalik. Terdapat hubungan yang bermakna antara keintiman ibu dan remaja dengan kecenderungan depresi pada siswa dengan (p = < 0.05), dan nilai r = -0.495 yang menunjukkan hubungan yang sedang dengan korelasi yang terbalik. Kesimpulan: Ada korelasi antara keintiman orang tua dan remaja dengan kecenderungan depresi pada siswa sekolah menengah pertama pasca erupsi merapi di Kecamatan Cangkringan.

Background: The eruption of mount Merapi is a traumatic event for the child that could trigger the depression and can persist through adolescence and even adulthood. Problems between adolescents and their parents are evolving towards non intimacy relationship will lead to conflict between them and can exacerbate depression in adolescent. Objective: To analyze the association between parents and adolescent intimacy with tendency of depression in Junior High School Students post Merapi eruption at Cangkringan District Method: Quantitative research with cross sectional approach and correlational analytic method. This research held in Januari - Februari 2015 with 92 students of grade VII at Junior High School as subject of the study. Data were collected using Child Depression Inventory and Instrumen Keintiman Remaja Orang Tua (IKRO). Data were analyzed using Pearson Corellation. Result: There are little difference between the number of students who are intimate to their parents with the number of students who are not intimate to their parents. There are little difference between the number of students who tend to be depressed with the number of students who tend not to be depressed. There was a significant association between father and adolescent intimacy with tendency of depression in student with (p = < 0.05), and the value of r = -0.527 which showed a middle association with inverse correlation. There was a significant association between mother and adolescent intimacy with tendency of depression in student with (p = < 0.05), and the value of r = -0.495 which showed a middle association with inverse correlation. Conclusion: There is association between parents and adolescent intimacy with tendency of depression in junior high school students post merapi eruption at Cangkringan district.

Kata Kunci : keintiman orang tua, depresi, remaja, bencana

  1. S1-2015-317392-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317392-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317392-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317392-title.pdf