Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK KESEHATAN KAYU PUTIH PADA TEGAKAN TIDAK NORMAL DENGAN SISTEM TUMPANGSARI DI KPH YOGYAKARTA

RUSY INDAH PERMANA, Prof. Dr. Ir. S.M. Widyastuti, M.Sc.;Dr Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kayu putih merupakan tanaman yang penghasil minyak atsiri (minyak kayu putih) yang diperoleh dari hasil distilasi daun kayu putih. Minyak kayu putih berkhasiat sebagai obat, insektisida, dan wangi-wangian. Kondisi kesehatan tegakan dapat mempengaruhi produksi daun kayu putih. Gangguan terhadap kondisi kesehatan tanaman dapat mengakibatkan produksi panen kayu putih menjadi berkurang. RPH Menggoran merupakan kawasan hutan produksi yang terbagi dalam 2 kelas perusahaan yaitu jati dan kayu putih. Kelas perusahaan jati terdapat pada petak 84, 85, 86, dan 87, sedangkan untuk kelas perusahaan kayu putih pada petak 81, 82, dan petak 83. Informasi mengenai karakteristik kesehatan kayu putih diperlukan dalam upaya pengelolaan hutan tanaman kayu putih yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gangguan kesehatan pada tegakan tidak normal kayu putih dan praktek tumpangsari yang berkembang, serta pengaruh gangguan kesehatan tegakan kayu putih terhadap produksi daun. Penelitian dilakukan pada petak 83 dengan menggunakan metode Pemantau Kesehatan Hutan (Forest Health Monitoring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa gangguan kesehatan tanaman kayu putih yaitu bercak daun, daun menguning, daun rontok, daun menggulung, daun mengering, embun jelaga, dan mati pucuk. Gangguan kesehatan tanaman memberikan pengaruh terhadap hasil produksi daun kayu putih yang diperoleh. Semakin besar tingkat kerusakan tanaman, produksi daun yang dihasilkan akan semakin kecil. Produksi daun pada tingkat kerusakan ringan pada kelas diameter 1, 2, 3, dan 4 adalah 1,1 kg; 2,3 kg; 2,4 kg; dan 2 kg. Produksi daun pada tingkat kerusakan sedang pada kelas diameter 1, 2, 3, dan 4 sebesar 0,6 kg; 0,8 kg; 1,7 kg; dan 1 kg sedangkan pada tingkat kerusakan berat pada kelas diameter 1, 2, 3, dan 4 produksi daun kayu putih sebesar 0,3 kg; 0,3 kg; 0,2 kg; dan 0,1 kg.

Melaleuca cajuputi is an essential oil plant (cajuputi oil) which is obtained from the distillation of Melaleuca cajuputi leaves. Cajuputi oil efficacious as drugs, insecticides, and perfumes.The health of Melaleuca cajuputi can affect the leaves production of it. Disruption the plant health conditions can cause the production of Melaleuca cajuputi crop to be reduced. RPH Menggoran is a production forest area which is divided into two classes, namely company teak and Melaleuca cajuputi. Teak companies classes are on plots 84, 85, 86, and 87, while the enterprise-class Melaleuca cajuputi on plots 81, 82, and 83. Information of Melaleuca cajuputis health characteristics are needed in managing Melaleuca cajuputi forest to be better. This study aims to determine the type of health problems in the abnormal stands of Melaleuca cajuputi and inter-cropping practices which is growed up, and the impact of health problems on leaves production of Melaleuca cajuputi. The study was conducted on plot 83 by using Forest Health Monitoring method. The results showed that there are some health problems of Melaleuca cajuputis stand like leaf spot, leaf yellowing, leaf fall, leaf curl, leaf dries, moisture soot, and dieback. Plants health disorders impact the production of Melaleuca cajuputi leaves obtained. The greater level of plants damage has the production of leaves be smaller. Leaves production at the level of minor damage in diameter classes 1, 2, 3, and 4 were 1.1 kg; 2.3 kg; 2.4 kg; and 2 kg. Leaves production at the level of the damage was in diameter classes 1, 2, 3, and 4 of 0.6 kg; 0.8 kg; 1.7 kg; and 1 kg, while the rate of severe damage in diameter classes 1, 2, 3, and 4 production of Melaleuca cajuputi leaves of 0.3 kg; 0.3 kg; 0.2 kg; and 0.1 kg.

Kata Kunci : kayu putih, gangguan kesehatan tanaman, produksi daun