Laporkan Masalah

Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Ibu dalam Melakukan Pemantauan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ampel I Boyolali

MARIA SILVIA P, Akhmadi, S. Kp., M.Kes., M.Kep., Sp.Kom;Dr.dr.Wahyudi Istiono M.Kes

2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang : Kekurangan gizi menjadi penyebab dari sepertiga kematian anak di dunia. Gizi buruk dapat dicegah dengan membawa balita ke Posyandu setiap bulannya untuk selalu dipantau berat badannya. Sebagian besar orang tua tidak selalu setuju dengan pelayanan kesehatan pada kebutuhan untuk selalu memantau berat badan anak-anak mereka. Beberapa orang tua tidak setuju dengan penilaian professional mengenai berat badan yang sesuai dengan anak-anak mereka, karena orang tua merasa bisa menggambarkan kondisi berat badan dan gizi anak-anak mereka secara pribadi. Keberhasilan dalam menurunkan prevalensi gizi buruk pada anak tidak akan tercapai hanya melalui ketersediaan pelayanan tenaga kesehatan dengan personil terlatih, akan tetapi harus ada kemitraan antara keluarga, khususnya ibu dan masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan pemantauan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Ampel I Boyolali. Metode: Jenis penelitian observasional yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2015. Subyek penelitian adalah ibu dengan anak balita usia 1-3 tahun yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Ampel I Boyolali dengan sampel berjumlah 158 orang. Pemilihan subyek menggunakan metode single stage cluster sampling. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah KMS/KIA yang berpedoman pada Depkes RI, dan kuesioner Peran Tenaga Kesehatan oleh Jasmi. Analisis data terdiri dari analisi univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat terhadap peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan pemantauan status gizi, untuk customer, komunikator, motivator dan konselor menunjukkan hubungan yang signifikan dengan p-value= 0,002; 0,003; 0,002 dan 0,001. Peran tenaga kesehatan sebagai fasilitator tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, ditunjukkan dnegan nilai p-value= 0,403. Peran tenaga kesehatan sebagai komunikator memiliki pengaruh paling besar, yaitu ditunjukkan dengan nilai Exp(B) = 6,200. Kesimpulan: Peran tenaga kesehatan (customer, komunikator, motivator, konselor) memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan ibu dalam melakukan pemantauan status gizi. Peran tenaga kesehatan sebagai komunikator memiliki pengaruh hubungan yang paling besar

Background: Malnutrition becomes the cause of one third of children deaths in the world. Malnutrition can be prevented by taking a toddler to Posyandu each month to be monitored their weight. Most parents do not always agree with the health service of the need to constantly monitor the weight of their children. Some parents do not agree with the professional assessment of the appropriate weight of their children, because the parents are able to describe the condition of weight and nutrition of their children on their own. The success in reducing the prevalence of malnutrition in children cannot be achieved only through the availability of health care service with trained personnel, but there must be a partnership between the family, especially the mother and society. Objective: To know the role of the health professionals with the compliance of the mothers in monitoring the nutritional status of children in Puskesmas I Ampel, Boyolali. Methods: Quantitative observational research using cross sectional research design. The study was conducted in June 2015. The subjects were mothers with young children aged 1-3 years who live in the working area of Puskesmas I Ampel, Boyolali with 158 people as the sample. The selection of subjects uses single stage cluster sampling method. Instruments used this research is KMS / KIA guided by Health Department of Indonesian Republic, and a questionnaires of Peran Tenaga Kerja Kesehatan by Jasmi. Data analysis consists of univariate analysis, bivariate, and multivariate analysis. Results: The results of the bivariate analysis of the role of health professionals with compliance of the mothers in monitoring the nutritional status, for the customers, communicators, motivators and counselors show a significant relation with a p-value = 0.002; 0.003; 0.002 and 0.001. The role of health professionals as facilitators does not show a significant relationship, indicated with p-value = 0.403. The role of health professionals as communicators have the most impact, that is indicated with Exp (B) = 6.200. Conclusion: The role of health professionals (customers, communicators, motivators and counselors) has a connection with the mother's level of compliance in monitoring the nutritional status. The role of health professionals as communicators has the greatest connection effect.

Kata Kunci : status gizi, kepatuhan, peran tenaga kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.