Studi Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit UGM
HASRIKA TREETEN P, Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt. ; Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt.
2015 | Skripsi | S1 FARMASIKepatuhan terhadap pengobatan masih menjadi masalah utama dalam terapi, terutama pada terapi jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan terhadap pengobatan menjadi sangat penting untuk dapat mencapai kesuksesan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan, mengetahui faktor penyebab ketidakpatuhan serta mengetahui hubungan jumlah item obat yang diresepkan dengan kepatuhan pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Pengambilan data secara consecutive sampling pada pasien hipertensi di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit UGM. Tingkat kepatuhan pasien dalam menggunakan obat diukur menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 serta riwayat refill obat dari Electric Health Record (EHR) pasien. Analisis data menggunakan Microsoft Office Excel dan uji Mann-Whitney untuk menguji hubungan jumlah item obat yang diresepkan dengan kepatuhan pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 76 responden, 57 responden (75%) dinyatakan patuh dan 19 responden (25%) dinyatakan tidak patuh. Tiga alasan utama penyebab ketidakpatuhan penggunaan obat pada 19 pasien yang tidak patuh adalah terlambat kontrol dokter (84,21%), mengaku lupa meminum obat (78,95%), dan merasa terganggu dengan jadwal penggunaan obat (57,90%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah item obat yang diresepkan tidak berhubungan dengan tingkat kepatuhan pasien.
Medication adherence is a major problem on a therapy, especially on a long-term therapy. Hypertension is a degenerative disease that requires long-term therapy, so that adherence to treatment becomes very important to achieve therapeutic success. The aim of the study is to evaluate patient's adherence to antihypertensive therapy, identify the reasons of non-adherence and to determine the relationship between the number of prescribed drugs and the adherence level. This study is a cross sectional study. The data were taken with consecutive sampling method, with hypertensive patients at Polyclinic UGM as the participants. Patient's adherence was measured by MMAS-8 questionnaire (Modified Morrisky's Adherence Scale) and with the patient's medication refill history. Data were analyzed with Microsoft Office Excel and Mann-Whitney test. The result of the study showed that of the total 76 respondents, 57 respondents (75%) were adherent and 19 respondents (25%) were non-adherent. Three main reasons that cause non-adherence on 19 non-adherent respondents were come late for their medication refill (84,21%), forgetfulness (78,95%), and having problem with the medication schedule (57,90%). The result of the study showed that the number of prescribed drugs does not influence the patient's adherence.
Kata Kunci : kepatuhan, hipertensi, MMAS-8, RS UGM.