Penerapan anggaran kinerja pada Propinsi Sumatera Barat :: Studi kasus pada Badan Kesbang dan Linmas Propinsi Sumatera Barat
PUTRA, Yuldhy Dharma, Prof.Dr. Arief Ramelan Karseno, MA
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanDengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999, dan Undang- Undang No. 25 Tahun 1999, membawa implikasi terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah dan keuangan daerah. Selama ini Pemerintah dalam menyusun anggaran menggunakan metode Incremental dan Line Item. Dewasa ini penyusunan anggaran berdasarkan kinerja. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat belum mengaplikasikan penyusunan anggaran kinerja. Penelitian ini mencoba menyusun Standar Analisa Belanja berdasarkan Anggaran Belanja Rutin dan Pembangunan Badan Kesbang dan Linmas Propinsi Sumatera Barat Tahun 2002. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Standar Analisa Belanja ditemukan dalam anggaran tahun 2002 terdapat inefisiensi dalam penggunaan Belanja Rutin, antara lain belanja lain- lain, pengeluaran tidak termasuk bagian lain, belanja tidak tersangka dan belum adanya standarisasi dalam penyusunan anggaran Belanja Rutin. Perbandingan antara Anggaran Rutin dan Pembangunan Badan Kesbang dan Linmas Prop. Sumbar Tahun 2002 dengan Anggaran berdasarkan Standar Analisa Belanja, terdapat kelebihan pembiayaan sebesar Rp1.142.991.761,-, atau 33,88%. Dengan penggunaan sistem Standar Analisa Belanja akan menghasilkan Anggaran Belanja yang bersifat wajar, yang sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya. Maka dengan menggunakan Standar Analisa Belanja menghasilkan anggaran yang bersifat wajar, di mana total belanja berdasarkan Standar Analisa Belanja tersebut lebih kecil dari total belanja yang telah ditetapkan.
After UU No. 22 and 25 Year 1999 issued, bringing implication to management of local government and Area Finance. During this time, the government compiling bugdet use the method of Incremental and Line Item. These days budget compilation assessment on performance. The government of Sumatera Barat Province has not applicated the performance budgeting yet. This research try to compile budget analyse standard assessment on routine budget and the development of Kesbang and Linmas board of Sumatera Barat Province in year 2002. From calculation result by using budget analyse standard assessment in year budget 2002 has found inefisiensi in routine expenditure, for example “others expenseâ€, “expenditure not inclusive of sharesâ€, “incedental expenditureâ€, and not yet existence of standard in routine budget compilation. Comparison between routine budget and development of Kesbang and Linmas board of Sumatera Barat Province year 2002 with budget Analyse Standard Assessment, there are defrayal excess about equal to Rp1.142.991.761,- or 33,88%. With the use of budget Analyse Standard Assessment will result the fair budget expand, and matching with fundamental duty and their function. Hence by using budget Analyse Standard Assessment, will result the total expense smaller than totalizeing expense, which have been specified.
Kata Kunci : Anggaran Daerah,Badan Kesbang dan Linmas, Budget Analyse Standard Assessment