Laporkan Masalah

Analisis Komponen Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Wisata Wonosadi Kelurahan Beji Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul

YUSNIA WIDYANINGSIH, Prof. Dr. Marsono, S.U. ; Mohamad Yusuf, M.A

2015 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Desa Wisata Wonosadi yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu desa wisata yang masyarakatnya masih memegang teguh nilai tradisi dalam melestarikan lingkungannya. Desa Wisata Wonosadi memiliki atraksi utama yaitu Hutan Adat Wonosadi dan atraksi wisata budaya seperti upacara sadranan, kesenian rinding gumbeng, kesenian gejog lesung, kerajinan topi caping, pembuatan kerupuk rambak, dan pembuatan makanan patilo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana profil wisatawan dan apa saja jenis-jenis komponen daya tarik wisata yang terdapat di Desa Wisata Wonosadi dengan mengacu pada potensi suatu destinasi wisata yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan observasi langsung, studi pustaka, wawancara kepada narasumber yang berkompetensi untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan penyebaran kuesioner kepada 70 responden. Dengan ketentuan responden pernah berkunjung ke Desa Wisata Wonosadi. Penyajian hasil analisis dilakukan dalam bentuk tabel yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Pada setiap komponen diberikan tanda plus (+), minus (-), dan netral (+/-) pada keterangan daya tarik wisatanya. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara keseluruhan pada potensi atraksi, aksesibilitas dan amenitas mendapatkan nilai plus (+) yang berarti memiliki daya tarik wisata. Hanya pada komponen jalan setapak di Hutan Adat Wonosadi mendapatkan nilai minus (-) yang berarti bukan daya tarik wisata.

Wonosadi Tourism Village located in Beji Village, Ngawen District, Gunungkidul Regency. It is one of the tourism village which the local people still keep the traditional value in order to preserve the environment. Wonosadi Tourism Village has main attraction Wonosadi Traditional Forest and cultural attraction such as traditional ceremony called Sadranan: traditional music called rinding gumbeng: gejog lesung;craft cap hat; and traditional cuisines like kerupuk rambak and patilo. The purposes of the study are to find out how the characteristics background of the tourists and what are the types of appeals components in Wonosadi Tourism Village based on the potency of tourism destination, which are attraction, accessibility, and amenity. In this research, the writer used qualitative research method. The data were obtained by direct observation, library study, interview to competent informants to obtain in depth information and distribute the questionnaire to the 70 respondents. The respondents had already visited to the Wonosadi Tourism Village. The result analysis is presented in the form of table and the explained descriptively, for every component was given plus sign (+), minus (-), and neutral (+/-) on the tourism appeals component column. The result of the research stated that all of the components of attraction, accessibility, and amenity got score plus (+), it mean there is tourism appeals component. Only on the category of the path in Wonosadi Traditional Forest got minus score (-), it means there is no tourism appeals.

Kata Kunci : komponen daya tarik wisata, daya tarik wisata, wisata budaya, desa wisata wonosadi