Laporkan Masalah

Dinamika Perubahan TV Komunitas di Indonesia : Studi Kasus Transformasi GrabagTV sebagai TV Komunitas dari Siaran Terestrial menuju TV Internet

HANNA NUR HAQIQI, Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.

2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Penelitian ini membahas tentang dinamika GrabagTV dalam mempertahankan eksistensinya sebagai TV Komunitas. Selama ini GrabagTV mengalami berbagai hambatan untuk melakukan siaran. Dimulai sejak kelahirannya pada tahun 2004, GrabagTV telah mengajukan tiga kali perizinan ke KPID Jateng namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Memang KPID memperbolehkan GrabagTV bersiaran, namun sayangnya siaran tersebut tanpa surat izin resmi sehingga posisi GrabagTV menjadi 'tidak resmi' di hadapan hukum. Di sisi lain, keberadaan GrabagTV justru telah mendapatkan dukungan penuh dari warga Desa Grabag, Magelang. Konten program yang sangat dekat dengan warga serta konsistensi dalam mengangkat kearifan lokal, menjadikan GrabagTV sebagai tayangan yang selalu ditonton oleh warga Grabag. Hingga akhirnya pada tahun 2012, GrabagTV resmi berhenti bersiaran secara terestrial berdasarkan perintah Balai Monitoring. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan analisis membangun eksplanasi. Eksplanasi mengenai perubahan GrabagTV dari siaran terestrial menjadi TV Internet. Dimulai dari kronologi lahirnya GrabagTV hingga upaya-upaya yang dilakukan untuk dapat bertahan bersiaran hingga kini. Penelitian ini diharapkan dapat menelusuri strategi GrabagTV untuk terus bertahan. Agar dapat menjadi acuan referensi bagi media komunitas lainnya, khususnya bagi TV Komunitas lainnya di Indonesia.

This study discuss about the dynamics of GrabagTV in maintaining its presence as a Community TV. GrabagTV has many experiences of various obstacles to broadcast their program. Since its birth in 2004, GrabagTV has been submitted three times of broadcast license (Surat Izin Siaran) to KPID Jateng but did not receive a satisfactory answer. Indeed KPID allows GrabagTV broadcasting, but without an official license so that the position GrabagTV become 'unofficial' before the law. On the other hand, the existence of GrabagTV has received the full support of the Grabag villagers. Program content which is very close to the citizens as well as consistency in raising local wisdom, making GrabagTV as a representatives that are always watched by citizens Grabag. Until finally in 2012, GrabagTV has officially stop broadcasting in terrestrial based command Balai Monitoring II KPID Jateng. This research method using case studies to build analytical explanation. Explanation of the changes GrabagTV of terrestrial broadcasting into the Internet TV. Starting from the birth chronology GrabagTV to the efforts undertaken in order to survive until now. This study is expected to explore strategies of GrabagTV survival. In order to become a benchmark reference for other Community media, particularly for Community TV in Indonesia.

Kata Kunci : GrabagTV, TV Internet, Transformasi/GrabagTV, Internet TV, Transformation

  1. S1-2015-311441-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311441-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311441-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311441-title.pdf