Kinerja anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 1995/1996-2002
WILIFRI, Hafri, Prof.Dr. Mardiasmo, MBA.,Akt
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah ditinjau dari tingkat efektivitas dan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data pendapatan daerah, belanja rutin dan belanja pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 1995/1996 – 2002. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkulu Selatan, Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bappeda Kabupaten Bengkulu Selatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pertumbuhan, kontribusi, efisiensi dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi terbesar dalam pendapatan daerah adalah pada pendapatan dari pemerintah atau instansi yang lebih tinggi yang menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan daerah terhadap pusat. Kontribusi belanja pegawai terhadap belanja rut in (83,87 persen) atau terhadap total belanja (57,24 persen) menunjukkan yang paling besar dibandingkan komponen lainnya. Sektor transportasi menunjukkan kontribusi terbesar terhadap belanja pembangunan daerah (29,90 persen). Perbandingan kontribusi belanja rutin dan belanja pembangunan menunjukkan bahwa penekanan belanja masih pada belanja rutin (68,48 persen). Pertumbuhan tertinggi dalam pendapatan terjadi pada bagian sisa lebih perhitungan anggaran tahun yang lalu (125,80 persen) dengan pertumbuhan total pendapatan sebesar 37,44 persen. Pada sisi belanja, pertumbuhan belanja rutin adalah sebesar 37,89 persen dan perrtumbuhan belanja pembangunan adalah sebesar 37,90 persen. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa tingkat efisiensi rata-rata adalah sebesar 66,05 yang menunjukkan fluktuasi dalam tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah selama periode penelitian. Tahun 1997/1998 menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang paling efisien. Hasil analisis efektivitas menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah rata-rata adalah sebesar 91,96 yang menunjukkan fluktuasi dalam tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah selama periode penelitian. Tahun 1996/1997 menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang paling efektif.
This research attempts to analyze whether the performance of local financial management related to effectiveness and efficiency of Local Income and Expenditure Budget. The object of this research is the District of South Bengkulu. The data used in the research are time series data (secondary data) consisting of the income budget, routine and development expenditure budget of the District of South Bengkulu. These data was obtained from central board of Statistics District of South Bengkulu, Financial Section in Local Secretary District of South Bengkulu, Bappeda District of South Bengkulu. The analysis methods applied in this research are growth, contribution, efficiency and effectiveness analysis. The result of this research shows that the highest contribution in local income is in higher governmental income. It shows the high local dependency to central government. Official expenditure contribution to routine expenditure (83.87 percent) or to total expenditure (57.24 percent) shows the biggest one compared to another components. Transportation sector shows highest contribution to development expenditure (29.90 percent). The comparison of routine and development expenditure contribution shows that the priority is still in routine expenditure (68.48 percent). The highest growth in income is in remaining of previous year’s budget (125.80 percent) and the total income growth is 37.44 percent. In expenditure side, routine expenditure growth is 37.89 percent and the growth of development expenditure is 37.90 percent. Efficiency analysis shows that the average efficiency is 66.05 percent but shows a fluctuation in its efficiency level during research periods. Year 1997/1998 shows the most efficient financial management. Effectiveness analysis shows that the average effectiveness is 91.96 percent but shows a fluctuation in its effectiveness level during research periods. Year 1996/1997 shows the most effective financial management.
Kata Kunci : APBD,Kinerja, Local financial management