MEDIA DAN PILIHAN POLITIK ANAK ASRAMA (Studi tentang Pengaruh Media terhadap Pilihan Politik dalam Pemilihan Presiden 2014 di Asrama PPSDMS Nurul Fikri Yogyakarta)
ADI SUHARYANTO, Hasrul Hanif, SIP, MA
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)ABSTRAK Pemilu Presiden 2014 tercatat sebagai pemilu paling kompetitif di era reformasi. Selain hanya melibatkan dua pasangan, pertarungan antar kandidat juga begitu marak di berbagai media massa. Kampanye hitam yang begitu masif merembet pada pemberitaan media massa. Media massa bukan lagi sekedar sarana, melainkan juga sebagai arena pertarungan para kandidat Presiden 2014. Dinamika politik pasca reformasi di Indonesia menunjukkan bahwa tidak ada alat yang mampu menjangkau hingga menumbuhkan afeksi memilih konstituen pada partai atau seorang tokoh, melebihi apa yang dilakukan oleh media massa. Jika ditelusuri lebih lanjut, rentang umur yang paling banyak bersentuhan dengan media adalah anak muda. Anak muda yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya atau pemilih pemula pada Pemilu Presiden 2014 jumlahnya cukup signifikan dan potensial bagi para kandidat untuk mendulang suara. Penelitian ini fokus pada anak muda yang tinggal di asrama dan baru pertama kali menggunkan hak pilihnya. Yaitu anak Asrama Program Pembinaan Mahasiswa Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan negatif seputar Pemilu Presiden 2014 terhadap pilihan politik anak Asrama PPSDMS Nurul Fikri Yogyakarta. Preferensi sikap anak asrama dalam penelitian ini dilihat dari aspek afeksi, kognisi, dan perilaku dari objek yang diteliti. Sedangkan jenis informasi yang digunakan adalah jenis informasi politik substansial dari Ramsden. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode survei dengan kuesioner digunakan dalam pengumpulan datanya. Anak Asrama PPSDMS Nurul Fikri Yogyakarta dapat dikatakan lekat dan tumbuh bersama media. Hal ini dapat dilihat dari tingginya akses terhadap media massa. Bahkan media massa telah menjadi faktor pertimbangan politik yang dominan melebihi keluarga, maupun teman. Terlepas dari itu semua, anak Asrama PPSDMS Nurul Fikri telah mampu secara independen menggunakan rasionalitasnya untuk bersikap dan menentukan pilihan politiknya dalam Pemilu Presiden 2014.
ABSTRACT Presidential Election 2014 was recorded as the most competitive election in the reform era. In addition only involves two couples, the fight between the candidates also so rampant in various media. Black campaign is so massive spread in the mass media. The mass media is no longer just a means, but also as an arena of battle of the 2014 presidential candidate. Post-reform political dynamics in Indonesia shows that there is no tool that is capable of reaching up to foster affection selecting a constituent at a party or a figure, exceeds what is done by the mass media. If explored further, a lifespan that most media are in contact with young children. The young boy who first use their voting rights or voters in the presidential election in 2014 is quite significant and the potential for the candidates to gain votes. This study focuses on young people who live in dormitories and for the first time using the right to vote. Namely Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri Yogyakarta. This study aims to determine the effect of negative publicity surrounding the 2014 presidential election against political choice of students in PPSDMS Nurul Fikri Boarding Yogyakarta. Preferences attitude of the boarders in this study from the aspect of affect, cognition, and behavior of the object under study. While the types of information used is the type of substantial political information from Ramsden. This research uses quantitative research. Questionnaire survey method used in data collection. PPSDMS Nurul Fikri Boarding Yogyakarta can be said latched onto and grow together media. It can be seen from the high access to the mass media. Even the mass media has become the dominant political considerations factor exceeds the family, or friends. In spite of it all, student of PPSDMS Nurul Fikri Boarding Yogyakarta has been able to independently use rationality to behave and determine political choices in the 2014 Presidential Election.
Kata Kunci : Kata kunci: media massa, pilihan politik, pemilih pemula, asrama / Keywords: mass media, political choice, voters, dormitories