Laporkan Masalah

KORELASI ANTARA DERAJAT KEPARAHAN GASTRO ESOPHAGEAL REFLUX DISEASE DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN ASMA

HERMAWAN HANJAYA, Heni Retnowulan; Fahmi Indrarti

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Asma bronkial adalah penyakit inflamasi kronis dari jalur napas yang berkaitan dengan keadaan hiper responsif dari jalur napas tersebut. Prevalensi dari penyakit asma pada populasi secara menyeluruh diperkirakan antara 1-18%. GERD bisa menjadi salah satu pencetus yang akan memengaruhi pemburukan gejala asma. Tujuan : Menganalisis dan mencari korelasi antara derajat keparaha GERD dan kualitas hidup pada pasien asma. Metode : Desain studi ada dengan menggunakan desain kros seksional. Subyek dari penelitian ini adalah pasien asma yang datang ke Poliklinik paru di RSUP Dr. Sardjito pada bulan Februari 2015. Hasil : Berdasarkan hasil studi, GERD dan asma memiliki korelasi lemah dengan nilai yang tidak signifikan(p>0,05), Ketika dua outlier dikeluarkan, didapatkan nilai yang signifikan(p<0,05) untuk kebanyakan dari regio AQLQ, terutama aktifitas AQLQ dengan korelasi kuat, r=0,656. Selain itu, analisis untuk beda rerata dengan rata-rata+2SD mendapatkan nilai signifikan (p<0,05), dengan beda rerata keseluruhan adalah 1,63. Kesimpulan : GERD dan asma memiliki korelasi positif. Semakin besar dari nilai GERDQ seorang pasien akan berdampak pada kualitas hidup asma dengan perbedaan rerata AQLQ yang signifikan.

Background :Bronchial asthma is a common chronic inflammatory disorder of the airway that is associated with airway hyperresponsiveness. The prevalence of asthma in general population is estimated as 1-18%. GERD may be a trigger that will lead to worsen asthma symptom. Objective : analyze the correlation between GERD severity and QoL in asthmatic patients. Method : Study design was cross sectional design. The subjects of this research were asthma patients who went to Lung Clinic in RSUP Dr. Sardjito in February 2015. Result :Based on study, GERD and asthma has weak correlation with no significant value (p>0,05), When two outliers are extracted, there are significant value (p<0,05) for most of the AQLQ regions, especially AQLQ activity with strong correlation, r=0,656. We also analyze for the mean difference with mean+2SD, it yeild significant value (p<0,05), with AQLQ Overall mean difference is 1,63. Conclusion : GERD and athma has positive correlation. Higher value of GERDQ patients will have impact on asthma QOL with the significant mean difference values.

Kata Kunci : asthma, GERD, QoL, GERDQ, GERD severity, asthma QoL, AQLQ

  1. S1-2015-323945-abstract.pdf  
  2. S1-2015-323945-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-323945-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-323945-title.pdf