PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MURID KELAS V SD DI KECAMATAN DEPOK DALAM MEMILIH JAJANAN
HANIFAH ICSAN S, Septimawanto Dwi P., M.Si, Apt
2015 | Skripsi | S1 FARMASIMakanan jajanan merupakan pangan siap saji yang diolah oleh produsen dan dijual baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Makanan jajanan menempati urutan tertinggi (54%) yang paling banyak dibeli oleh anak sekolah. Sehingga perlu diperhatikan kandungan nutrisi dan keamanannya. Mengingat keamanan makanan jajanan masih dipertanyakan sehingga menimbulkan kekhawatiran orang tua. Pasalnya saat jajan, anak-anak masih belum dapat memilih manakah jajanan yang sehat dan tidak sehat. Penelitian pre experimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan metode audiovisual terhadap tingkat pengetahuan murid kelas V SD di Kecamatan Depok dalam memilih jajanan. Penelitian ini melibatkan 342 murid sekolah dasar kelas V di Kecamatan Depok. Sampel dipilih secara acak dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis pengaruh dari penyuluhan menggunakan metode audiovisual terhadap tingkat pengetahuan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan hubungan karakteristik jenis kelamin terhadap tingkat pengetahuan menggunakan uji statistik Chi-square dan Crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan murid mengalami peningkatan yaitu sebelum penyuluhan murid dengan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 79,53% dan setelah penyuluhan meningkat menjadi sebesar 95,91%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan metode audiovisual berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan murid kelas V SD di Kecamatan Depok dalam memilih jajanan (P-value = 0,000) dan karakteristik jenis kelamin berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan murid kelas V SD di Kecamatan Depok dalam memilih jajanan (P-value = 0,000).
Snack food is fast food prepared by the manufacturer and is sold both inside or outside the school environment. Snack food has the highest rank (54%) which is the most widely purchased by school children. So that should be noticed of nutritional contents and its safety. Remember of the safety of snack food is still questioned so its giving to concern parents. Because when the childrens buy snacks, they are still not able to choose which of the healthy snacks and unhealthy snacks. This pre-experimental research aims to know the influence of health extension using audiovisual methods against the level of knowledge of class V pupils the elementary school in Kecamatan Depok in choosing snack food. The study involved 340 pupils of the elementary school class V in Kecamatan Depok. The samples randomly selected by quota sampling. Data collection was conducted by using a questionnaire. The data processing is done by analyzing the influence of health extension using audiovisual methods against the level of knowledge using statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test and relationship between characteristic of gender against the level of knowledge using statistical test of Chi-square and Crosstab. The results showed that the level of knowledge of pupils has increased i.e. before health extension pupils with high level of knowledge of 79,53% and after health extension increased to 95,91%. The research indicates that health extension using audiovisual methods can affect to the level of knowledge of class V pupils the elementary school in Kecamatan Depok in choosing snack food (P-value =0.000) and gender characteristics are associated significantly with the level of knowledge of class V pupils the elementary school in Kecamatan Depok in choosing snack food (P-value =0.000).
Kata Kunci : penyuluhan, metode audiovisual, tingkat pengetahuan, makanan jajanan