Laporkan Masalah

Manfaat program perkuatan permodalan pengusaha kecil dan menengah bagi usaha kecil :: Studi kasus tentang manfaat program perkuatan permodalan PKM bagi usaha kecil dai Kabupaten Bondowoso tahun 2002

SUBHAN, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang manfaat bantuan kredidpinjaman oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso kepada usaha kecil yang menjadi binaan kantor Dinas Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bondowoso. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Obyek penelitiannya adalah 27 responden sebagai sampel atau populasinya. -Kemudian meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dari kegiatan Program Perkuatan Permodalan PKM, menganalisis dampak Program Perkuatan Permodalan &lam meningkatkan keuntungan (pendapatan) peminjam serta periiaku responden cialam mengalokasi kan dana yang didapatkan dari kenai kan keuntungan per bulan. Tentang prosedur penyaluran dana sebanyak 10 responden mengaku birokrasinya panjang, sedangkan yang menjawab biasa atau wajar sebanyak 15 responden dan yang menjawab mudah sebanyak 2 responden. Untuk kegiatan pembinaan dan pelatihan sebanyak 12 responden menjawab tidak ada peningkatan, sebanyak 8 responden mengaku cukup meningkat, serta sebanyak 7 responden mengaku meningkat. Kemudian yang mengaku bahwa kendala yang dihadapi adalah minimnya dana untuk modal keja terdapat 9 responden, yang mengaku beratnya beban pembayaran cicilan pokok dan bunga per bulan sebanyak 15 responden, yang mengaku usahanya tidak terdapat kendala sebanyak 3 responden. Mengenai . pelunasan kredit, terdapat 1 responden mengaku belum melunasi, sebanyak 8 responden melunasi lebih cepat dari tanggal jatuh tempo, serta terdapat 19 responden melunasi sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Kemudian dari hasil analisis mengenai dampak pemberian kredit, untuk keseluruhan responden rata-rata mendapatkan kenaikan keun?mgan sebesar Rpl.249.629,6, dengan kenaikan keuntungan terrendah rata-rata per bulan di bawah atau sama dengan Rp500.000, sebanyak 8 responden. Scdangkan untuk kenaikan keuntungan tertinggi rata-rata per bulan di atas Rp2.000.000. terdapat 3 responden yang. seluruhnya bergerak di bidang usaha perdagangan. Berkaitan dengan alokasi penggunaan dana yang diperoleh dari kenaikan keuntungan, para pelaku usaha kecil yang telah mendapatkan kredivpinjaman tetap bersikap obyektif artinya dalam mengalokasikan dananya bukan pada kegiatan konsumtif, justru sebagian besar dari keuntungan per bulan digunakan untuk menambah modal keja dan nilai tabungan. Bertitiktolak pada hasil analisis tersebut, masalah yang dihadapi usaha kecil perlu mendapatkan perhatian serius dari PEMDA Kabupaten Bondowoso, di dalam melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi agar lebih intensif, persediaan dana pinjaman yang lebih besar, serta ketentuan dalam peinbayaran pokok dan bunga lebih ringan, dengan harapan tujuan dan sasaran dari program perkuatan pennodalan PKM tahun 2002 tercapai dengan sukses dan lancar

This research is a case study of loadcredit benefit conducted by government of Bondowoso Regency for small businesses that become a building part of Cooperation and Funding Strengthening Program (FSP) Bondowoso. Analytical means used is descriptive analysis by using primary and secondary data. While objects of the research consist of 27 respondents as samples or populations. In addition, it is to observe any influencing factors on speed of Funding Strengthening Program, to analyze any impact of the Program in increasing revenue of the loan as well as respondents' behavior in allocating the funds obtained from increase of monthly revenue. Regarding distribution of funds, 10 respondents claimed that the bureaucracy was too long and complicated, while 15 respondents answered that it was usual and common, and 2 respondents defined that it was easy and quick. The counseling activity and the training comprised 12 respondents, they revealed that it was no improvement, 8 respondents revealed that it sufficiently increased, and 7 respondents detiiied that it increased, furthermore, constraints reported to technical team explained that such constraints were the minimum funds managed for work capital of 9 respondents. They who revealed that they severely paid in installments of the subject and its interests were 15 respondents, and they who revealed that there was no constraint were 3 respondents. In addition, concerning of credit return, 1 respondent revealed that he had not yet fully returned his loan. 8 respondent had fully returned the credit earlier than determined time, and 19 respondents returned in accordance with the given time. Then the influence of giving the credit, all respondents got the average increase of revenue of Rpl.249.629,6, and average monthly lowest revenue mor; and less Rp500.000, 8 respondents consisted. The average monthly highest increase of revenue was over Rp.2000.000 for 3 respondents working in commercial business In term of allocation of funds derived from the increasing revenue, the performer of the small business is constantly objective, it means that they in allocating the funds should not be conducted the consumptive activities, precisely, most revenue is used to increase their work capitals and savings value. In term of the result above, the performer should be more intensive in conducting the counseling, controlling ar.d evaluating, reserve of loaned funds should be larger, and requirement in repaving the subject and interest should be lower in order that the purpose and target of the Program would be achieved in 2002.

Kata Kunci : Permodalan,UKM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.