PELAKSANAAN PENGAWASAN BBPOM YOGYAKARTA DAN DINAS KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA DALAM MENGAWASI OBAT-OBAT GENERIK YANG SUDAH KADALUARSA
MUHAMMAD PANJI UTOMO, Mailinda Eka Yuniza
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMSkripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus penjualan obat generik yang kadaluarsa di Kabupaten Sanggau tepatnya di RSUD Sanggau sehingga penulis yang berada dan tinggal di wilayah Kota Yogyakarta tertarik untuk melihat bagaimana pengawasan obat generik yang kadaluarsa ini di Kota Yogyakarta. Penulisan hukum ini bersifat empiris karena penulis mengambil data primer di apotek sedangkan data sekunder didapat melalui BBPOM Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode wawancara terhadap narasumber dan responden yang dipilih berdasarkan keterkaitan dan kewenangannya. Objek dari penelitian ini adalah BBPOM(Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta apotek yang dipilih berdasarkan besar dan kecilnya apotek serta keberadaan dokter jaga yang tersedia di dalam apotek yang dipilih berdasarkan pertimbangan penulis bahwa yang paling banyak menjual obat generik di Kota Yogyakarta adalah apotek yang jumlahnya lebih banyak dari toko obat yang ada di Kota Yogyakarta. Penelitian ini lebih banyak menggunakan metode wawancara dengan sistem pertanyaan sudah disiapkan terlebih dahulu oleh peneliti dan pertanyaan tambahan seiring berjalannya penelitian di lapangan. Kesimpulan dari skripsi atau penelitian ini adalah tidak ditemukannya obat generik yang kadaluarsa di jual di masyarakat Kota Yogyakarta. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan kondisi pengawasan obat generik yang sudah kadaluarsa di Kota Yogyakarta sesuai dengan standar pengawasan atau tidak dan hasil yang didapat peneliti adalah pengawasan obat di Kota Yogyakarta sudah cukup baik meskipun ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan.
This research is motivated by the case of the sale of generic drugs which expired in Sanggau precisely in hospitals Sanggau so writers who reside and live in the city of Yogyakarta interested to see how the generic drug control that expired in the city of Yogyakarta. Writing this empirical law because the authors take primary data in pharmacies while secondary data obtained through BBPOM Yogyakarta and Yogyakarta City Health Office. Research using interviews with informants and respondents were selected based on relevance and authority. The object of this study is BBPOM (Center for Food and Drug Administration) in Yogyakarta and Yogyakarta City Health Department as well as pharmacies are selected based on large and small pharmacies as well as the presence of attending physicians that are available in pharmacies are selected based on the consideration that the author of the most widely sold generic drugs in the city of Yogyakarta is a pharmacy that outnumber drugstores in the city of Yogyakarta. The more research using interviews with system questions prepared in advance by researchers and additional questions in the field of research goes along. Thesis or conclusion of this study is not the discovery of generic drugs in the community selling expired in Yogyakarta. This study is expected to describe the condition monitoring of generic drugs that have expired in the city of Yogyakarta.
Kata Kunci : pengawasan, BBPOM, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, obat generik, kadaluarsa, supervision, BBPOM, Yogyakarta City Health Office, generic drugs, expired