Tingkat ketergantungan keuangan Kabupaten Ketapang sebelum dan sesudah otonomi daerah
HERWANSYAH, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat ketergantungan keuangan daerah dan apakah ada perbedaan yang signifikan antara periode sebelum otonomi dan pada saat otonomi daerah. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data realisasi penerimaan dan pengeluaran, data pendapatan asli daerah, data total penerimaan daerah Kabupaten Ketapang Tahun 1997/1998 – 2002. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Ketapang serta dari Bagian Keuangan Setda Kabupaten Ketapang. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah derajat otonomi fiskal, tingkat ketergantungan, dan uji beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan DOF dilihat dari daya dukung PAD sebelum dan setelah adanya otonomi daerah (dari 6,92 menjadi 4,23). Namun dilihat dari daya dukung bagi hasil pajak/bukan pajak ternyata menunjukkan hal sebaliknya (dari 17,06 menjadi 10,82). Ada peningkatan tingkat ketergantungan dimana rasio sumbangan dan bantuan menunjukkan peningkatan antara sebelum dan saat otonomi daerah (dari 76,81 menjadi 78,68). Hasil uji beda menunjukkan bahwa ada beda nyata dalam hal derajat otonomi fiskal dilihat dari daya dukung pendapatan asli daerahnya pada periode sebelum dilaksanakannya otonomi daerah pada saat dilaksanakannya otonomi daerah (Thitung |–4,906| > T-tabel 2,776). Derajat otonomi fiskal setelah otonomi daerah menunjukkan peningkatan yang berarti mengarah menurunnya ketergantungan keuangan daerah. Tidak ada beda nyata dalam hal derajat otonomi fiskal dilihat dari daya dukung bagi hasil pajak/bukan pajak pada periode sebelum dilaksanakannya otonomi daerah dan pada saat dilaksanakannya otonomi daerah (T-hitung 2,0108 < Ttabel 2,776). Derajat otonomi fiskal setelah otonomi daerah menunjukkan penurunan yang berarti mengarah pada peningkatan ketergantungan keuangan daerah. Tidak ada beda nyata dalam hal tingkat ketergantungan keuangan dilihat rasio sumbangan dan bantuan (RSB) pada periode sebelum dilaksanakannya otonomi daerah dan pada saat dilaksanakannya otonomi daerah (T-hitung |–1,2649| < T-tabel 2,776). Tingkat ketergantungan keuangan dilihat rasio sumbangan dan bantuan (RSB) pada periode dilaksanakannya otonomi daerah menunjukkan peningkatan yang berarti mengarah pada meningkatnya tingkat ketergantungan fiskal daerah kepada pusat
This research attempts to analyze the degree of local financial dependency and whether there’s a significant difference between the periode before local autonomy and after local autonomy. The object of this research is the District of Ketapang, West Kalimantan. The data used in the research are time series data (secondary data) consisting of the income and expenditure realization, local original income, total income data of the District of Ketapang in the year 1997/1998-2002. These data was obtained from central board of Statistics District of Ketapang and Financial Section in Local Secretary District of Ketapang. The analysis method applied in this research are fiscal autonomy degree, dependency ratio, and analysis of significant difference. The findings of this research indicated that there’s an increase of DOF in the ratio PAD to total income in the period before and after autonomy (from 6.92 to 4.23). There’s a decrease of DOF In tax and non-tax share ratio (from 17.06 to 10.82). There’s also an increase of dependency ratio in which grant and subsidy ratio shows an increase between the period before and after local autonomy (from 76.81 to 78.68). The result of difference test using t-test shows that there’s a significant difference of fiscal autonomy degree in case of local original income in the period of before local autonomy and after local autonomy (T- value |–4.906| > T-table 2.776). Fiscal autonomy degree in the period of after local autonomy shows a significant increase that means the decrease in local financial dependency. There’s no significant difference of fiscal autonomy degree in case of tax and non-tax share in the period of before local autonomy and after local autonomy (T-value 2.0108 < T-table 2.776). Fiscal autonomy degree in the period of after local autonomy shows a significant decrease that means the increase in local financial dependency. There’s no significant difference of financial dependency degree in case of grant and subsidy ratio in the period of before local autonomy and after local autonomy (T- value |–1.2649| < Ttable 2.776). Financial dependency degree in the period of after local autonomy shows a significant increase that means the increase in local financial dependency to central government.
Kata Kunci : Keuangan Daerah,Otonomi Daerah