PENGARUH FITOBIOTIK TERHADAP PRODUKSI KARKAS DAN KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER YANG DIPELIHARA DALAM TEKANAN PENYAKIT MAREK
KHIKMATUS SAEFIYAH, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D.; Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bawang putih (Allium sativum) dan jintan hitam (Nigella sativa) dalam pakan terhadap produksi karkas dan kualitas fisik daging ayam broiler jantan strain New Lohmann umur 35 hari yang dipelihara dalam tekanan wabah penyakit Marek. Seratus ekor anak ayam umur sehari dibagi secara acak ke dalam 5 macam perlakuan pakan. Setiap macam perlakuan pakan diberikan ulangan sebanyak 5 kali, masing-masing dengan 4 ekor ayam. Pakan penelitian terdiri dari: pakan basal tanpa penambahan tepung bawang putih dan jintan hitam (K1), pakan basal + 1,0% tepung bawang putih (K2), pakan basal + 1,0% tepung jintan hitam (K3), pakan basal + 1,0% tepung bawang putih + 1,0% tepung jintan hitam (K4), dan pakan basal + 0,5% tepung bawang putih + 0,5% tepung jintan hitam (K5). Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang putih dan jintan hitam dalam pakan tidak mempengaruhi produksi karkas dan kualitas fisik daging ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa ketika ternak dipelihara pada cekaman wabah penyakit Marek, penambahan tepung bawang putih dalam pakan tidak memberikan manfaat yang signifikan terhadap upaya peningkatan produksi karkas dan kualitas fisik daging ayam pedaging.
This research was conducted to investigate the effect of garlic (Allium sativum) and black cumin (Nigella sativa) meal supplementations in the diets on carcass production and meat quality of 35 days old male broiler chicken which rose under Marek’s disease outbreak. One hundred day old chicks were randomly divided into 5 feeding treatment diets, with 5 replications and 4 chickens in each replicate pen. The dietary treatments were: basal diets without phytobiotics supplementation (K1), basal diets + 1.0% garlic meal supplementation (K2), basal diets + 1.0% black cumin supplementation (K3), basal diet + 1.0% garlic meal + 1.0% black cumin meal supplementations (K4), and basal diet + 0.5% garlic meal + 0.5% black cumin meal supplementations (K5). Data were subjected to Oneway analysis of variance, applying Complete Randomized Design. Results showed that garlic meal and black cumin meal supplementations in diets did not influence carcass production and meat quality of broiler chickens. It might be concluded when chickens were kept under Marek’s disease outbreak, garlic meal supplementation did not have any significant effect on the effort in improving carcass production and meat quality of broiler chickens.
Kata Kunci : Ayam broiler, Fitobiotik, Produksi karkas, Kualitas fisik daging, Penyakit Marek