Pengaruh Jenis Kelamin dan Aditif Elektroban terhadap Kecepatan Recovery Sapi Australian Commercial Cross
RIA PRIHANTINI, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA. ; Asih Kurniawati, S.Pt., M. Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANTransportasi sapi jarak jauh dapat menyebabkan stres yang berdampak pada penyusutan berat badan, penurunan konsumsi pakan, dan hilangnya pertambahan berat badan setelah tiba di lokasi penggemukan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jenis kelamin dan Elektroban terhadap kecepatan recovery pada sapi Australian commercial cross (ACC) pasca transportasi dan adaptasi. Sebanyak 643 ekor sapi dengan berat awal bull 326,58±26,76 kg dan heifer 290,10±23,7 kg, yang digunakan dalam penelitian ini diangkut dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju PT. Pasir Tengah, Cianjur, Jawa Barat dengan waktu tempuh 5 jam. Sapi dibagi menjadi 8 pen yang terdiri dari 4 pen kontrol dan 4 pen perlakuan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan faktor I jenis kelamin H ( heifer), B (bull), sedangkan faktor II adalah Elektroban yaitu E0 (Pakan tanpa Elektroban), E1 (Pakan dengan Elektroban). Elektroban merupakan campuran elektrolit dan antibiotik yang diberikan melalui pakan konsentrat mulai pada hari ke-3 sampai hari ke-7 setelah sapi datang. Parameter yang diamati adalah berat awal, berat akhir, persentase susut berat badan, konsumsi BK harian per ekor, gain dan persentase recovery berat badan. Hasil penelitian menunjukkan berat badan on port, berat badan on farm (H1), berat badan H7, dan susut berat badan pada bull lebih besar dari heifer (P<0,05). Sedangkan konsumsi BK, gain, persentase recovery tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Konsumsi BK pada bull kontrol dan perlakuan masing-masing adalah 6,07 kg/ekor/hari dan 6,40 kg/ekor/hari. Heifer kontrol dan perlakuan adalah 5,95 kg/ekor/hari dan 6,01 kg/ekor/hari. Gain bull kontrol dan perlakuan serta heifer kontrol dan perlakuan masing-masing secara berurutan 19,85 kg, 19,54 kg, 15,92 kg, dan 17,57 kg. Persentase recovery bull kontrol dan perlakuan serta heifer kontrol dan perlakuan masing-masing secara berurutan adalah 81,66%, 80,03%, 90,28%, dan 92,03%. Dapat disimpulkan bahwa kecepatan recovery sapi bull dan heifer adalah sama baik kontrol maupun dengan elektroban pada masa adaptasi dan recovery. Namun heifer cenderung lebih responsif terhadap pemberian elektroban sehingga memberikan keuntungan secara finansial yang lebih besar daripada kontrol.
Long-distance transportatian of cattle causes stress which affect on decreasing of feed intake, lossing of body weight after arriving at the farm. This research was conducted to study the influence of sex and Elektroban on speed of recovery in Australian commercial cross (ACC) cattle after transportation and adaptation period. A total of 643 cattle with initial body weight of bull were 326.58 ± 26.76 kg and heifer were 290.10 ± 23.7 kg, which were transported from the port of Tanjung Priok, North Jakarta to PT. Pasir Tengah, Cianjur, West Java were used in this research. Transportation of cattle took about 5 hours. Cattle were divided into 8 pen consisting of 4 pen control and 4 pen treatment. Research using completely randomized design (CRD) 2x2 factorial design with the first factor was sexes H (heifer) and B (bull), while the second factor was Elektroban namely E0 (feed without Elektroban) and E1 (Feed with Elektroban). Elektroban was a mixture of electrolytes and antibiotics given through feed concentrates began on day 3 to day 7 after the cattle arrived. Parameters measured were initial body weight, final body weight, percentage of body weight loss, DM daily intake per head, gain and percentage of recovery. The results showed that bull’s body weight on port, body weight on farm (H1), body weight H7, and body weight loss were higher than heifer’s (P<0,05). While the DM intake, gain, percentage of recovery did not show significant differences (P <0.05). DM intake in bull control and treatment was 6.07 kg/head/ day and 6.40 kg/head/day, respectively. While in the control and treatment heifer was 5.95 kg/head/day and 6.01 kg/head/day, respectively. The gain during the period of adaptation and recovery bull control and treatment was 19.85 kg and 19.54 kg, while heifer control and treatment was 15.92 kg and 17.57 kg, respectively. Percentage of recovery bull control and treatment was 81.66% and 80.03%, while heifer control and treatment was 90.28%, and 92.03%, respectively. In conclution, bull and heifer with or without elektroban had similiar speed of recovery during the adaptation and recovery period. However, heifer seemed more responsive to the addition of elektroban, so that it provide greater financial benefits than the control.
Kata Kunci : : Jenis kelamin, Elektroban, recovery, Australian commercial cross