Konsumsi Barang Tiruan Pada Mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta
SEKAR PUSPANINGRUM, Prof. Dr. Partini SU
2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIGaya hidup merupakan cara hidup yang diidentifikasi dari orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). Gaya hidup mahasiswa sudah mengalami perubahan yang dapat dilihat dari cara mereka berpenampilan pergi ke kampus. Cara mengekspesikan gaya fashion mereka beraneka ragam, hal tersebut lebih bersifat personal. Meskipun demikian, aspek lingkungan juga sangat mempengaruhi keinginan personal yaitu mahasiswa yang bersangkutan. Maka, tidak menutup kemungkinan aspek eksternal turut berpengaruh terkait pada pemakaian barang-barang tiruan. Mahasiswa umumnya ingin dilihat sebagai orang yang modern dengan cara selalu mencoba mengikuti fashion terkini. Adanya penggunaan barang tiruan untuk menunjang fashion mahasiswa di kampus semakin menandakan adanya penyetaraan gaya diantara mahasiswa yang mengkonsumsi barang tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk : [1] mengetahui dan mendeskripsikan perubahan gaya hidup mahasiswa di Universitas Gadjah Mada, [2] mengetahui perilaku konsumtif mahasiswa di Universitas Gadjah Mada terkait dengan barang tiruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datameliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam (depth interview). Dalam penelitian ada tahapan atau alur kegiatan pada teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive yaitu pengambilan informan secara sengaja dan bertujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua aspek yang melatarbelakangi penggunaan barang tiruan yaitu aspek internal/individu dan aspek eksternal. Aspek internal dikarenakan keinginan mereka yang selalu Nampak terlihat fashionable agar terlihat menarik di depan umum, adanya rasa bosan dalam berpenampilan apabila barang yang mereka miliki hanya itu saja, serta harga yang murah dan terjangkau untuk mendapatkan barang tiruan yang berkualitas juga menjadi alas an mahasiswa membeli barang tersebut. Sedangkan dilihat dari aspek ekternal yaitu peran sosial media dan peran lingkungan sosial berupa relasi pertemanan sangatlah membantu mereka dalam menentukan gaya yang pas dan sesuai bagi mereka. Bagi para mahasiswa, relasi pertemanan sangatlah mempengaruhi mereka dalam mengambil sebuah keputusan karena dirasa antara mereka mempunyai selera yang sama dalam hal fashion khususnya tas tiruan.
Gaya hidup merupakan cara hidup yang diidentifikasi dari orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat). Gaya hidup mahasiswa sudah mengalami perubahan yang dapat dilihat dari cara mereka berpenampilan pergi ke kampus. Cara mengekspesikan gaya fashion mereka beraneka ragam, hal tersebut lebih bersifat personal. Meskipun demikian, aspek lingkungan juga sangat mempengaruhi keinginan personal yaitu mahasiswa yang bersangkutan. Maka, tidak menutup kemungkinan aspek eksternal turut berpengaruh terkait pada pemakaian barang-barang tiruan. Mahasiswa umumnya ingin dilihat sebagai orang yang modern dengan cara selalu mencoba mengikuti fashion terkini. Adanya penggunaan barang tiruan untuk menunjang fashion mahasiswa di kampus semakin menandakan adanya penyetaraan gaya diantara mahasiswa yang mengkonsumsi barang tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk : [1] mengetahui dan mendeskripsikan perubahan gaya hidup mahasiswa di Universitas Gadjah Mada, [2] mengetahui perilaku konsumtif mahasiswa di Universitas Gadjah Mada terkait dengan barang tiruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datameliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam (depth interview). Dalam penelitian ada tahapan atau alur kegiatan pada teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive yaitu pengambilan informan secara sengaja dan bertujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua aspek yang melatarbelakangi penggunaan barang tiruan yaitu aspek internal/individu dan aspek eksternal. Aspek internal dikarenakan keinginan mereka yang selalu Nampak terlihat fashionable agar terlihat menarik di depan umum, adanya rasa bosan dalam berpenampilan apabila barang yang mereka miliki hanya itu saja, serta harga yang murah dan terjangkau untuk mendapatkan barang tiruan yang berkualitas juga menjadi alas an mahasiswa membeli barang tersebut. Sedangkan dilihat dari aspek ekternal yaitu peran sosial media dan peran lingkungan sosial berupa relasi pertemanan sangatlah membantu mereka dalam menentukan gaya yang pas dan sesuai bagi mereka. Bagi para mahasiswa, relasi pertemanan sangatlah mempengaruhi mereka dalam mengambil sebuah keputusan karena dirasa antara mereka mempunyai selera yang sama dalam hal fashion khususnya tas tiruan.
Kata Kunci : Lifestyle, artificial goods, social environment, Gaya Hidup, BarangTiruan, LingkunganSosial