PEMAKNAAN STIGMA NEGATIF PARA PEKERJA PENYANDANG TUNA DAKSA DI INDUSTRI KERAJINAN MUTIARA HANDYCRAFT DESA KARANGSARI, KECAMATAN BUAYAN, KEBUMEN
INGGAR MAYANG S., Dr. S. Djuni Prihatin, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Stigma negatif yang selama ini melekat pada tubuh para penyandang tuna daksa dianggap sebagai biang keladi ketersingkiran mereka dari kehidupan sosial. Perbedaan fisik yang dimiliki merupakan potret dari kelemahan, ketergantungan, dan ketidakberdayaan yang kemudian menempatkan mereka menjadi kaum kelas dua. Stigma negatif hasil konstruksi sosial ini dirasakan hadir secara nyata dalam bentuk diskriminasi baik dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Berkaitan dengan permasalahan diatas, penelitian ini ingin berusaha menggali pemaknaan atas stigma negatif dari sisi para pekerja penyandang tuna daksa yang tergabung dalam sebuah wadah bisnis, Mutiara Handycraft. Pemaknaan tersebut dijabarkan dalam kegiatan mempersepsi dan merespon atas stigma negatif. Pendekatan fenomenologi dinilai tepat guna untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi dibalik pola-pola perilaku pekerja penyandang tuna daksa dalam memaknai stigma negatif. Tujuannya agar mengetahui bagaimana hakikatnya bentuk pemaknaan terhadap stigma negatif oleh para pekerja tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, para pekerja mempersepsikan simbol kecacatan dalam dua tipe pandangan yakni yang optimistis akan kemampuannya dan berpandangan bahwa stigma merupakan akibat dari hegemoni ideologi kenormalan sedangkan disisi lain ada yang berpandangan pesimistis akan kemampuannya dan memiliki interpretasi diri yang negatif. Kedua tipe pekerja tersebut sepakat memilih respon berupa aktivitas kerja melalui lembaga usaha Mutiara Handycraft. Tindakan semacam diklaim digunakan sebagai ajang pembuktian kemampuan dan kompetensi para penyandang tuna daksa sehingga kedepannya diharapkan dapat mereduksi stigma negatif. Tetapi pada kenyataannya, berdasarkan penilaian capaian outcomes dan impact dari adanya kegiatan bekerja tersebut, didapati fakta bahwa terdapat kesenjangan capaian dampak dan manfaat antara pekerja penyandang tuna daksa selaku founder dengan pekerja penyandang tuna daksa selaku mitra. Berdasarkan keseluruhan indikator founder mendapatkan dampak dan manfaat yang lebih besar dibandingkan pekerja penyandang tuna daksa selaku mitra. Pemilihan respon berupa tindakan bekerja oleh para pekerja penyandang tuna daksa melalui wadah Mutiara Handycraft terindikasi ada upaya komodifikasi yang dilakukan oleh pihak founder atas kecacatan yang dideritanya dan diderita mitra kerja. Bentuk-bentuk komodifikasinya dapat dilihat dalam hal pendapatan, penghargaan atas nama pribadi founder, serta guna mendapatkan bantuan. Jika dikaitkan dengan teori Interaksionisme Simbolik Mead, maka dapat dijelaskan bahwa pengadaan aktivitas bekerja melalui Mutiara Handycraft ini dijadikan sebagai serangkaian tindakan yang dipilih setelah telah ditaksir untung ruginya guna merespon stigma negatif. Pekerja founder memanfaatkan adanya stigma negatif disabilitas guna mencari keuntungan pribadi dengan memodifikasi nilai kerentanan dan kelemahan pekerja penyandang tuna daksa dalam dunia kerjanya menjadi sebuah komoditas yang dapat diperjual belikan.
Negative stigma that attached to the body of physically disabled regarded as the ringleader of their exclusion from social life. Physical differences was portrait of weakness, dependency, and helplessness which put them into the second class. Negative stigma is socially constructed perceived significantly present in the form of discrimination both in social and economic life. Relating to the problems, this research wants to probe meaning of the negative stigma by physically disabled workers who are members Mutiara Handycraft Industry. The meaning outlined by perceiving and responding to the negative stigma. Phenomenological approach suitable in order to know things that are hidden in the patterns of behavior of the physically disabled workers in the meaning of a negative stigma to find out the truth shapes of the meaning of the negative stigma by workers. Based on the results of research, workers perceive a symbol of disability in two typology who optimistic view of his ability and believes that stigma is a result of the hegemony of the ideology of normality, and the pessimists who believe in his ability and have negative self interpretation. Both of them agreed to choose a response in the form of "work activity" in Mutiara Handycraft. This action means to proving the capability and competence of the physically disabled with expectation in future can reduce negative stigma. But in fact, based on the achievements of outcomes and impact assessment of the activities of the work, it was found that there is gap of the impacts and benefits between physically disabled workers as founder with the physically disabled workers as partners. Based on the overall indicator founder gain impact and benefits greater than the physically disabled workers as partners. Selection of a response in the form of action works by physically disabled workers in Mutiara Handycraft indicated there are commodification which done by founder on disability that them suffered. Forms of commodification can be seen in terms of revenue, the award on behalf of the founder in personally, and to get fund. If it has associated with the theory of Symbolic Interactionism Mead, can be explained that the procurement work activity in Mutiara Handycraft has been assessed by profit-loss counting in order to respond to the negative stigma. Founder utilize the negative stigma of disability in order to seek personal gain by modifying the value of "vulnerability and weakness" physically disabled workers in the world of work becomes a commodity that can be traded.
Kata Kunci : stigma negatif, pekerja penyandang tuna daksa, komodifikasi kecacatan