Evaluasi pengeluaran pembangunan dan implementasi rencana pembangunan tahunan daerah (REPETADA) Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau
HANAFIE, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan alokasi belanja pembangunan dan kesesuaiannya dengan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) tahun 2002. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Pelalawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu berupa data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2000-2002 dan data Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) Kabupaten Pelalawan tahun 2002. Metode perolehan data adalah dengan kuesioner dan data sekunder dari Bagian Keuangan Setda Kabupaten Pelalawan dan Bappeda Kabupaten Pelalawan. Alat analisis y agn digunakan dalam penelitian ini adalah Comparative Budget Statement (CBS) dan Sistem Evaluasi Prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis CBS Vertikal, komponen penerimaan daerah masih didominasi oleh penerimaan dari sumbangan dan bantuan (41,70%). Sisi belanja rutin masih didominasi oleh belanja pegawai (44,94%) dan belanja pembangunan memberikan proporsi paling besar pada sektor transportasi (34,30%). Analisis CBS horisontal menunjukkan peningkatan absolut daslam penerimaan daerah yang paling tinggi adalah pada penerimaan bagi hasil pajak dan bukan pajak (Rp122.096.032.075) dengan sisa lebih perhitungan tahun lalu menunjukkan pertumbuhan relatif dan rasio terbesar (pertumbuhan relatif 53.503 persen, rasio 536,03). Peningkatan absolut dalam belanja rutin daerah yang paling tinggi adalah pada belanja pegawai (Rp26.190.645.952) dengan pengeluaran tidak tersangka menunjukkan pertumbuhan relatif dan rasio terbesar (pertumbuhan relatif 3.358 persen, rasio 34,58). Peningkatan absolut dalam belanja pembangunan daerah yang paling tinggi adalah pada sektor transportasi (Rp52.882.615.250) dengan sektor agama menunjukkan pertumbuhan relatif dan rasio terbesar (pertumbuhan relatif 4.042 persen, rasio 41,42). Berdasarkan hasil penentuan prioritas sektoral pembangunan dalam belanja pembangunan dan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) Kabupaten Pelalawan tahun 2002, terdapat kesesuaian dalam prioritas pembangunan sektor transportasi (peringkat 1), sektor pertambangan dan energi (peringkat 12), sektor hukum (peringkat 19), sektor keamanan dan ketertiban umum (peringkat 20), subsidi/pemberian kepada daerah bawahan pada peringkat 20 dan 21. Bidang-bidang dalam evaluasi prioritas antara belanja pembangunan dan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) Kabupaten Pelalawan tahun 2002 menunjukkan kesesuaian. Kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam melakukan penyesuaian yaitu adanya aspek perencanaan APBD masih banyak hambatan dan adanya aspek sumber daya manusia baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
This research attempts to analyze whether the growth and allocation of development expenditure and its appropriateness with Local Annual Development Planning in the year 2002. The object of this research is the District of Pelalawan. The data used in the research are time series data consisting of the Local Income and Expenditure Budget the District of Pelalawan in fiscal year 2000-2002 and Local Annual Development Planning in the year 2002 the District of Pelalawan. The methods of obtaining data was by questionnaire and secondary data is obtained from Financial Section in Local Secretary District of Pelalawan and Bappeda District of Pelalawan. The analysis method applied in this research is Comparative Budget Statement (CBS) and Priority Evaluation System. The findings of this research indicated that based on the vertical CBS, local income component is dominated by grant and subsidy (41.70%). Routine expenditure is dominated by employee expenditure (49.94%) and development expenditure is dominated by transportation sector (34.30%). Horizontal CBS shows the highest absolute growth is in tax and non-tax income (Rp122.096.032.075), while the highest relative and ratio growth is remaining of last year budget income (relative growth-53,503, ratio-----536.03). The highest absolute growth in routine expenditure is employee expenditure (Rp26.190.645.952), while the highest relative and ratio growth is accidental expenditure (relative growth---3,358, ratio-34.58).The highest absolute growth in development expenditure is transportation sector (Rp52.882.615.250), while the highest relative and ratio growth is religion sector (relative growth-4,042, ratio-41.42). Based on development sectoral priority determination between development expenditure and Local Annual Development Planning in the year 2002, there's an appropriateness in the priorities of transportation sector (rank 1), mining and energy sector (rank 12), law sector (rank 19), general safety and order and subsidy to lower area in rank 20 and 21. The area in development expenditure and Local Annual Development Planning in the year 2002 has appropriateness. The obstacle faced by the government of Pelalawan District in doing appropriateness are APBD planning and human resources in its quality and quantity.
Kata Kunci : Anggaran Belanja Daerah, Evaluasi Pengeluaran, Repetada