Pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Indragiri Hulu
FADILLAH, Arief, Dra. Ch. Suparmi, SU
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Indragiri Hulu sebelum dan sesudah pemekaran wilayah. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data anggaran dan realisasi penerimaan daerah, serta realisasi pengeluaran rutin Kabupaten Indragiri Hulu Tahun anggaran 1997/1998 – 2002. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Indragiri Hulu serta dari Bagian Keuangan Setda Kabupaten Indragiri Hulu. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Comparative Budget Statement (CBS), efisiensi dan efektivitas. Analisis CBS vertikal menunjukkan bahwa terjadi pergeseran dalam alokasi penerimaan antara periode sebelum pemekaran dan setelah pemekaran wilayah. Pada periode sebelum pemekaran wilayah, alokasi terbesar adalah pada sumbangan dan bantuan dan pada periode setelah pemekaran, alokasi terbesar adalah pada bagian penerimaan pembangunan. Tidak banyak terjadi pergeseran alokasi belanja rutin antara periode sebelum pemekaran wilayah dengan periode setelah pemekaran wilayah. Pada periode sebelum pemekaran wilayah maupun pada periode setelah pemekaran, alokasi terbesar adalah pada belanja pegawai. Analisis CBS horisontal menunjukkan bahwa pertumbuhan absolut bagian penerimaan pembangunan menunjukkan yang tertinggi pada periode sebelum pemekaran. Periode setelah pemekaran wilayah (2000-2001) ditunjukkan dengan bagian penerimaan pembangunnya, namun tahun 2001-2002 menunjukkan sisa lebih perhitungan tahun yang lalu. Pada sisi belanja rutin menunjukkan pada periode sebelum pemekaran wilayah dicapai belanja pegawai yang bertahan selama periode setelah pemekaran wilayah tahun 2000-2001, namun pada tahun 2001-2002, yang terbesar adalah pada belanja lain- lain. Pertumbuhan relatif dan rasio menunjukkan bahwa bagian penerimaan pembangunan menunjukkan yang tertinggi pada periode sebelum pemekaran. Periode setelah pemekaran yang terbesar adalah pada sumbangan dan bantuan pada tahun 2000-2001 dan sisa lebih tahun yang lalu pada tahun 2001-2002. Pada belanja rutin menunjukkan komponen angsuran hutang/bunga adalah yang terbesar pada periode sebelum pemekaran tahun 1997/1998-1998/1999 namun ganjaran/subsidi/bantuan pada tahun 1998/1999-1999/2000. Belanja lain-lain menunjukkan pertumbuhan relatif dan rasio terbesar pada periode setelah pemekaran tahun 2000-2001, namun pada tahun 2001-2002 adalah pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah setelah pemekaran semakin efisien yaitu dari tingkat efisiensi rata-rata sebesar 53,55 persen sebelum pemekaran menjadi 45,88 persen pada periode setelah pemekaran. Analisis efektivitas menunjukkan pengelolaan keuangan daerah setelah pemekaran wilayah menunjukkan peningkatan efektivitas dari tingkat efektivitas rata-rata sebesar 101,09 persen (sangat efektif) sebelum pemekaran menjadi 101,61 persen (sangat efektif) pada periode setelah pemekaran.
This research attempts to analyze the local financial management in Indragiri Hulu District before and after area division. The object of this research is the District of Indragiri Hulu. The data used in the research are time series data (secondary data) consisting of the income budget and realization, routine expenditure realization of the District of Indragiri Hulu. These data was obtained from central board of Statistics District of Indragiri Hulu, Financial Section in Local Secretary District of Indragiri Hulu. The analysis method applied in this research is Comparative Budget Statements (CBS), efficiency and effectiveness. CBS analysis vertically shows that there is a shift in income allocation between before and after area division. In the period of before area division, the highest allocation is gift dan assistance and in the period of after area division, the highest allocation is development income. There’s no much shift in routine expenditure between before and after area division. In these two periods, the highest allocation is in apparatus expenditure. CBS analysis horizontally shows that the highest absolute growth of income is in development income before area division. In the periode after area division (2000-2001) shows it’s development income but in 2001-2002, it’s remaining income from previous year. In routine expenditure, the highest absolute growth before area division is apparatus expenditure and it also happens in the period after area division (2000-2001), but it’s others expenditure in 2001-2002. The relative and ratio growth shows that development income has highest relative and ratio growth in the period before area division. In the period after area division, it’s the remaining income from previous year. Debt and interest has highest relative and ratio growth in the period before area division (1997/1998 – 1998/1999) but grant/subsidy in 1999/2000. Other expenditure has highest relative and ratio growth in the period after area division in the year 2000-2001, but in the year 2001-2002, it’s income not included in other section. Efficiency analysis shows that the local financial management after area division is more efficient than before area division, i.e. from average efficiency of 53.55 before area division to 45.88 after area division. Effectiveness analysis shows that the local financial management after area division is more effective than before area division, i.e. from average effective of 101.09 (very effective) before area division to 101,61 (very effective) after area division.
Kata Kunci : Keuangan Daerah, Pengelolaan