Konflik Penggunaan Lahan di Wilayah Pesisir Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul
NADIA RACHMAWATI, Ir. Suryanto, MSP
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAWilayah pesisir merupakan pertemuan antara daratan dan lautan yang menyimpan potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah. Fakta tersebut menjelaskan pentingnya perencanaan dan pengeloaan wilayah pesisir dengan baik yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan. Namun, saat ini pengembangan wilayah pesisir dijalankan secara sektoral yang hanya fokus pada tujuan tertentu sehingga menimbulkan konflik. Wilayah pesisir Desa Poncosari, Kabupaten Bantul termasuk salah satu wilayah pesisir di Indonesia yang memiliki keunikan dan potensi sumber daya alam yang besar. Saat ini perkembangan penggunaan lahan terfokus pada perkembangan sektor perikanan yaitu tambak udang. Perkembangan tambak udang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan mengganggu aktivitas di wilayah pesisir sehingga memicu terjadinya konflik. Penelitian ini penting untuk dilakukan agar mengetahui konflik penggunaan lahan yang terjadi dan faktor yang menyebabkan terjadinya konflik penggunaan lahan di wilayah pesisir Desa Poncosari, Kabupaten Bantul. Penelitian tentang konflik penggunaan lahan di wilayah pesisir Desa Poncosari menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif. Untuk pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan dokumen terkait, dan wawancara mendalam. Setelah melakukan pengumpulan data kemudian dilakukan analisis data dengan analisis induktif yaitu koding, kategorisasi, sintesisasi, dan konseptualisasi. Dari hasil analisis, ditemukan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik penggunaan lahan yaitu pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Bantul, petambak, petani, pemukim Desa Poncosari, pemukim Dukuh Wonoroto, dan peternak. Kemudian ditemukan ragam konflik yang terjadi yaitu konflik antara pemerintah dengan petambak, petambak dengan masyarakat, petambak dengan petani, petambak dengan peternak, dan pemerintah dengan masyarakat. Dari hasil temuan konflik penggunaan lahan kemudian ditemukan pula faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik penggunaan lahan antara lain ketidaksesuaian penggunaan lahan, permasalahan perizinan penggunaan lahan, pencemaran lingkungan, pelanggaran aturan sempadan, dan permasalahan rencana penataan penggunaan lahan
Coastal areas are interfaces between land and sea that holds the potential of natural resources that can be developed in the region's economic growth. These facts explain the importance of planning and management of coastal areas well considering the economic, social, cultural, and environmental. However, the development of coastal areas sectoral run only focus on specific objectives, giving rise to conflict. Coastal areas in Poncosari village, Bantul regency including one of the coastal areas in Indonesia which has a unique and natural resources are huge. Currently focused on the development of land use development of the fisheries sector, namely shrimp farms. The development of shrimp farms cause negative impacts on the environment and interfere with the activity in coastal areas thus causing a conflict. This research is important to do in order to determine land use conflicts that occur and the factors that cause land use conflicts in coastal areas Poncosari village, Bantul. Research on land-use conflicts in coastal areas Poncosari Village qualitative method with an inductive approach. For data collection is done through direct observation, collection of related documents, and interview. After collecting the data and then do the analysis of the data by inductive analysis is coding, categorization, synthesis, and conceptualization. The analysis results are findings that the parties directly involved in the conflict of land use that the government in this regard Bantul local government, farmers, fish farmers, settlers village Poncosari, Hamlet Wonoroto settlers, and ranchers. Then found wide conflict is the conflict between the government and fish farmers, fish farmers with society, fish farmers with farmers, farmers with livestock farmers, and government and society. From the findings of land-use conflicts later also found the factors that cause land use conflicts among others mismatches land use, land-use licensing issues, environmental pollution, violation of border rules, and problems of land use management plans.
Kata Kunci : konflik, penggunaan lahan, faktor penyebab konflik penggunaan lahan, Desa Poncosari, Kabupaten Bantul