Laporkan Masalah

Alokasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kepulauan Riau Propinsi Riau Tahun 1998/1999-2002

NILWAN, Prof.Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan alokasi belanja rutin dan belanja pembangunan yang digunakan untuk kepentingan publik dan aparatur. Adapun wilayah yang dijadikan obyek penelitian adalah wilayah Kabupaten Kepulauan Riau. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data penerimaan daerah, pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan Kabupaten Kepulauan Riau tahun anggaran 1998/1999 – 2002. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Riau, Bagian Keuangan Setda Kabupaten Kepulauan Riau dan Bappeda Kabupaten Kepulauan Riau. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Comparative Budget Statement (CBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbesar pendapatan adalah pendapatan yang berasal dari pemberian pemerintah yang lebih tinggi. Proporsi terbesar untuk belanja rutin adalah belanja pegawai, sedangkan belanja pembangunan menekankan pada sektor transportasi. Alokasi pada unit kerja menunjukkan bahwa belanja rutin paling besar dialokasikan pada unit pelayanan umum daerah dan belanja pembangunan pada bidang administrasi umum pemerintahan. Analisis CBS vertikal menunjukkan bahwa proporsi belanja publik adalah sebesar 42,25% dan belanja aparat adalah sebesar 57,75% yang menunjukkan penekanan belanja masih pada kepentingan aparat. Hasil analisis CBS horisontal menunjukkan bahwa peningkatan absolut belanja aparatur lebih tinggi yaitu sebesar Rp140.957.993.714 dibandingkan dengan belanja publik sebesar Rp126.682.108.287. Namun demikian, secara relatif persentase peningkatan belanja aparatur lebih kecil dibandingkan belanja publik yaitu sebesar 231,10% dibandingkan dengan persentase peningkatan pada belanja publik sebesar 234,33%.

This research attempts to analyze whether the growth and allocation of routine and development expenditure that is used for public and apparatus interest. The object of this research is the District of Kepulauan Riau. The data used in the research are time series data (secondary data) consisting of the income budget, routine and development expenditure budget of the District of Kepulauan Riau. These data was obtained from central board of Statistics District of Kepulauan Riau, Financial Section in Local Secretary District of Kepulauan Riau, Bappeda District of Kepulauan Riau . The analysis method applied in this research is Comparative Budget Statements (CBS). The findings of this research indicated that the biggest proportion of income is the income coming from the gift of upper government. The biggest proportion for routine expenditure is labor expenditure, and the development expenditure is in transportation sector. Allocation in working unit shows that the routine expenditure is applied most in local general service unit and the development expenditure is in general- governmental administration area. CBS analysis vertically shows that the public expenditure proportion is 42.25% while the apparatus expenditure is 57.75% that shows the most interest is in apparatus. CBS analysis horizontally shows that the absolute growth of public expenditure is higher as Rp140.957.993.714 compared to public expenditure as Rp126.682.108.287. In relative growth, the percentage of increase in apparatus expenditure is smaller than public expenditure as 231.10% compared to the public expenditure increase as 234.33%.

Kata Kunci : Anggaran Belanja, APBD Pemda TkII


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.