Laporkan Masalah

Dorongan Thailand dalam Mewujudkan ASEAN SINGLE VISA : Kepentingan, Peluang, dan Tantangan

KRISNAMURTI DEWI, Drs. Usmar Salam, M. Int.Stu.

2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Penelitian ini akan memahami kepentingan Thailand dalam menginisiasi kebijakan single visa di kawasan ASEAN. Kemudian di dalamnya akan turut membahas peluang dan tantangan yang di hadapi oleh Thailand dalam upayanya mewujudkan kebijakan tersebut di dalam negara. Keberhasilan pelaksanaan single visa pertama di dunia, yaitu Visa Schengen yang saat ini berlaku di Uni Eropa menginsipirasi Thailand untuk dapat menerapkan kebijakan yang sama di kawasan Asia Tenggara. Melalui sub-regional ASEAN yaitu ACMECS, akhirnya Thailand untuk pertama kalinya mulai menginisiasi kebijakan single visa. Thailand cukup gencar di dalam mengajak negara-negara untuk dapat segera mengimplementasikan kebijakan tersebut dalam lingkup sub-regional. Bahkan secara lebih lanjut Thailand mengangkat isu tersebut ke dalam kawasan ASEAN. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, pada ATF 2011 rencana kebijakan single visa tersebut masuk menjadi salah satu fokus pariwisata kawasan ASEAN yang tercantum di dalam ASEAN Tourism Strategic Plan 2011-2015 (ATSP). Sejak saat itu single visa menjadi salah satu rencana kebijakan yang akan segera diwujudkan oleh seluruh negara di kawasan ASEAN. Begitu juga dengan Thailand, sebagai negara inisiator kebijakan single visa, Thailand berusaha melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan kebijakan tersebut.

This research was aimed to understand the purpose of Thailand to initiate the policy of single visa in ASEAN region. Another discussion in this research was about the opportunities and challenges faced by Thailand in implementing the policy within the country. The success of the first single visa implementation in the world, Schengen Visa, available in Europe had inspired Thailand to implement the same policy in South East Asia. Through its ASEAN subregion, ACMECS, Thailand for the first time started to apply the single visa policy. In fact, Thailand seemed so eager in getting other countries in applying this policy into sub-region. In addition, Thailand revealed this issue into ASEAN. Along with time, in ATF 2011, the plan of single visa policy became a focus in ASEAN tourism and it was stated in ASEAN Tourism Strategic Plan 2011-2015 (ATSP). Since then, single visa became one of the policy planned to apply in all ASEAN countries. Thailand, as the single visa policy initiator, tried to do many efforts in applying this policy.

Kata Kunci : Thailand, ASEAN Single Visa, Kepentingan, Peluang, dan Tantangan