Laporkan Masalah

Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Pemetaan Lokasi Kejadian Kriminalitas dan Pemetaan Tingkat Kriminalitas di Kota Yogyakarta Tahun 2014

DWI HERYANTO, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Sc.

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SV

Kejadian kriminalitas di suatu daerah perlu dilakukan pemetaan agar masyarakat dapat mengetahui lokasi-lokasi terjadinya kejadian kriminalitas. Selain itu pemetaan kriminalitas sangat penting karena dengan adanya pemetaan, pola penyebaran suatu tindak kejahatan dapat diketahui. Data kejadian kriminalitas yang sebelumnya tersaji dalam bentuk tabel, dapat direpresentasikan secara spasial dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam bentuk peta. Adanya pemetaan persebaran lokasi kejadian kriminalitas, agar masyarakat lebih mudah dalam memahami informasi kejadian kriminalitas yang sudah terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran lokasi kejadian kriminalitas, dan mengetahui tingkat kriminalitas berdasarkan jumlah kejadian kriminalitas di Kota Yogyakarta. Pemetaan merupakan metode untuk mengetahui persebaran lokasi kejadian kriminalitas dan tingkat kriminalitas. Lokasi kejadian kriminalitas di Kota Yogyakarta didapatkan dengan cara melakukan plotting menggunakan aplikasi navitel version 8.5.0.3 pada smartphone android. Plotting lokasi kejadian kriminalitas menggunakan aplikasi navitel version 8.5.0.3 pada smartphone android agar mendapatkan lokasi kejadian kriminalitas dalam bentuk koordinat X, dan Koordinat Y. Sehingga dengan mendapatkan lokasi berdasarkan bentuk koordinat X, dan Koordinat Y data lokasi kriminalitas di Kota Yogyakarta akan dapat direpresentasikan secara spasial dalam bentuk peta. Tingkat kriminalitas di Kota Yogyakarta didapatkan dari jumlah kejadian kriminalitas setiap kecamatan. Klasifikasi tingkat kriminalitas menggunakan metode kelas interval teratur dengan pembagian lima kelas, yaitu kriminalitas sangat tinggi, kriminalitas tinggi, kriminalitas sedang, kriminalitas rendah, dan kriminalitas sangat rendah. Hasil yang didapatkan dari pemetaan persebaran lokasi kejadian kriminalitas di Kota Yogyakarta adalah kejadian kriminalitas yang terjadi di Kota Yogyakarta Tahun 2014 terdapat 1681 Kejadian kriminalitas dengan 14 jenis kriminalitas berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jenis kriminalitas di Kota Yogyakarta Tahun 2014 diantaranya, Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang; Kejahatan Terhadap Kesusilaan; Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum; Kejahatan Terhadap Nyawa; Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum; Pemalsuan Surat; Pemerasan dan Pengancaman; Penadahan, Penerbitan, dan Percetakan; Penganiyaan; Pencurian; Penggelapan; Penghinaan; Perbuatan Curang; dan Perusakan Barang.

The incidence of crime in an area mapping needs to be done so that people can know the locations of occurrence of crime. Besides mapping of crime is very important because with the mapping, the pattern of spread of a crime can be known. Criminal event data previously presented in tabular form, can be represented spatially using Geographic Information System (GIS) technology in the form of a map. The existence of mapping the distribution of the scene of crime, so that people understand the information more easily in the incidence of crime that has already happened. This study aims to determine the distribution of the scene of crime, and determine the level of criminality based on the number of occurrences of crime in the city of Yogyakarta. Mapping is a method to determine the distribution of the scene of crime and crime rate. The scene of crime in the city of Yogyakarta is obtained by way of plotting to use the application Navitel version 8.5.0.3 on android smartphones. Plotting crime scene use the Navitel version 8.5.0.3 application on android smartphone in order to get the crime scene in the form of coordinates X, and Y coordinates Therefore, by getting the location based on the shape coordinates X, and Y coordinates crime location data in Yogyakarta will be able to be represented spatially in the form of a map. The crime rate in the city of Yogyakarta is obtained from the number of occurrences of crime every district. Classification of the crime rate using regular intervals with the division classes five classes, ie very high crime, high crime, crime is being, low crime, and crime is very low. The results obtained from mapping the distribution of the scene of crime in the city of Yogyakarta is a crime incident that occurred in the city of Yogyakarta In 2014 there were 1681 incident criminality with 14 types of crime based on the Code of Penal (Penal Code). Types of crime in the city of Yogyakarta 2014 including, Crimes Against Freedom People; Crimes Against Decency; Crimes Against Public Order; Crimes against Lives; Endangering Public Safety crime; Letter counterfeiting; Extortion and threats; Fencing, Publishing and Printing; Maltreatment; Theft; Embezzlement; Humiliation; Fraudulent acts; and destruction of goods.

Kata Kunci : Applications of GIS, Mapping, Crime

  1. D3-2015-332046-abstract.pdf  
  2. D3-2015-332046-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-332046-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-332046-title.pdf